Kasus Guru Cabuli Murid Berakhir Damai, DPRD Jatim Soroti Hilangnya Efek Jera

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. (Dok: Fraksi PKS DPRD Jatim)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. (Dok: Fraksi PKS DPRD Jatim)

Jurnas.net - Penyelesaian damai kasus dugaan pencabulan sesama jenis yang dilakukan oknum guru berinisial HP (42) asal Lumajang terhadap muridnya di Situbondo menuai sorotan tajam dari DPRD Jawa Timur. Kasus yang sempat ditangani Polsek Bungatan Polres Situbondo itu dinilai tidak seharusnya berhenti di jalur kekeluargaan karena menyangkut kekerasan seksual terhadap anak.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk, menegaskan penyelesaian damai dalam perkara pencabulan justru berpotensi melemahkan upaya perlindungan anak dan menghilangkan efek jera bagi pelaku.

“Kalau kasus pencabulan benar-benar terjadi terus berakhir dengan damai, saya rasa itu kurang memberikan pendidikan. Harus ada efek jera memang yang diberikan oleh aparat hukum,” kata Khusnul, Kamis, 21 Mei 2026.

Politikus Fraksi PKS itu menilai, penyelesaian perkara kekerasan seksual secara kekeluargaan dapat memunculkan preseden buruk di masyarakat. Apalagi, kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur dan terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik.

“Kalau model-model begini nanti akan banyak kasus pencabulan yang pada akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Dampaknya kurang bagus,” katanya.

Khusnul menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh melemah hanya karena adanya kesepakatan damai antar pihak. Menurutnya, kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan persoalan serius yang menyangkut perlindungan hak korban dan masa depan anak.

“Menurut saya hukum harus tetap ditegakkan bagaimanapun kejadiannya. Ini juga menyangkut perlindungan anak, sehingga lembaga perlindungan anak juga harus memberikan perhatian terhadap kasus seperti ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyelesaian damai berpotensi membuat pelaku tidak jera dan membuka peluang terulangnya tindak serupa di kemudian hari. Karena itu, aparat penegak hukum diminta tetap memproses kasus pencabulan secara profesional dan tegas.

Selain mendorong penegakan hukum, Khusnul menilai penguatan peran keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Orang tua diminta lebih aktif memberikan edukasi sejak dini terkait perlindungan tubuh dan kewaspadaan terhadap tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.

“Keluarga harus sering memberikan edukasi kepada anak-anaknya, terutama anak perempuan maupun anak-anak secara umum, agar memahami bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, minimnya pendidikan perlindungan diri di lingkungan keluarga membuat anak lebih rentan menjadi korban kekerasan seksual. “Ini sangat rawan dan berbahaya ketika pendidikan di keluarga masih sangat kurang. Sekali lagi, aparat hukum harus memberikan efek jera terhadap para pelaku pencabulan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

DPR RI Desak Kementan Evaluasi Total Program Kedelai, Produksi Masih Terpuruk dari Target 2026

DPR RI Desak Kementan Evaluasi Total Program Kedelai, Produksi Masih Terpuruk dari Target 2026

Kamis, 21 Mei 2026 15:14 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:14 WIB

Jurnas.net — Di tengah capaian positif sektor pertanian nasional pada komoditas padi dan jagung, DPR RI menyoroti rendahnya produksi kedelai nasional yang d…

Jelang HUT RI, DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Pengawasan Anak hingga Balap Liar

Jelang HUT RI, DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Pengawasan Anak hingga Balap Liar

Kamis, 21 Mei 2026 13:43 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 13:43 WIB

Jurnas.net – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota S…

Surabaya Masuk Kandidat Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok Nasional

Surabaya Masuk Kandidat Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 12:23 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 12:23 WIB

Jurnas.net - Surabaya kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Kota Pahlawan kini masuk dalam kandidat kabupaten/kota percontohan Kawasan Tanpa Rokok…

PBNU Kecam Penahanan Relawan dan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Desak RI Bergerak Cepat

PBNU Kecam Penahanan Relawan dan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Desak RI Bergerak Cepat

Kamis, 21 Mei 2026 11:26 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 11:26 WIB

Jurnas.net – Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir atau yang akrab disapa Gus Tajul, mengecam keras tindakan pasukan Israel yang dilaporkan menyergap, dan m…

RSUD Blambangan Banyuwangi Resmi Layani Kemoterapi BPJS, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

RSUD Blambangan Banyuwangi Resmi Layani Kemoterapi BPJS, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

Kamis, 21 Mei 2026 10:17 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 10:17 WIB

Jurnas.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi resmi membuka layanan kemoterapi bagi peserta BPJS Kesehatan mulai 1 Juni 2026. Kehadiran l…

Surabaya Jadi Pilot Project Bansos Digital Nasional, 12 Ribu Agen Pendamping Disiapkan

Surabaya Jadi Pilot Project Bansos Digital Nasional, 12 Ribu Agen Pendamping Disiapkan

Kamis, 21 Mei 2026 09:32 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 09:32 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam penerapan program Perlindungan Sosial Digital T…