KREAFEST 2026, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI Lawan Hoaks dan Kejahatan Digital

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim menggelar KREAFEST 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. (Insani/Jurnas.net)
Polda Jatim menggelar KREAFEST 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Polda Jawa Timur mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan KREAFEST 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Lomba Video Berbasis AI bertema “AI for Public Safety” yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat umum.

Melalui kompetisi ini, Polda Jatim ingin mendorong lahirnya karya-karya kreatif berbasis teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan publik di era digital.

Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, mengatakan perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan lagi bagaimana menghentikan kemajuan teknologi, melainkan bagaimana mengarahkan pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan membuka peluang besar dalam berbagai sektor. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan manipulasi konten, hingga memicu berbagai bentuk kejahatan siber.

"Teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat," kata Nanang, saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kamis, 25 Juni 2026.

Nanang menilai generasi muda Indonesia memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap perkembangan teknologi. Potensi tersebut harus diberikan ruang yang tepat agar dapat berkembang menjadi kekuatan positif bagi bangsa. Karena itu, KREAFEST 2026 dirancang sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan semangat kebangsaan dalam satu gerakan bersama untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.

"Kami menangkap peluang bahwa dunia Artificial Intelligence menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya yang positif dan bermanfaat," ungkapnya.

Menurut Nanang, lomba video berbasis AI tersebut merupakan salah satu terobosan yang relatif baru di lingkungan kepolisian daerah. Melalui pendekatan kreatif, pesan-pesan kamtibmas diharapkan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Ia mengingatkan bahwa transformasi digital saat ini juga membawa tantangan besar berupa meningkatnya ancaman kejahatan siber, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, cyberbullying, hingga berbagai bentuk konten negatif lainnya.

Karena itu, pemanfaatan AI harus diarahkan sebagai instrumen edukasi yang mampu memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang siber. "Melalui karya kreatif yang mengedukasi dan menginspirasi, kita bisa menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Nanang.

Nanang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat “Jogo Jatim” sebagai gerakan bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi, investasi, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, selaku Ketua Panitia KREAFEST 2026 menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kompetisi tersebut sangat tinggi.

Tercatat sebanyak 293 peserta mengikuti ajang KREAFEST 2026 dengan total 286 karya video berbasis AI yang dikirimkan kepada panitia. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum. "Sebanyak 109 peserta berasal dari kategori pelajar dan mahasiswa, sedangkan 177 peserta lainnya berasal dari kategori umum," jelas Abast.

Ia mengatakan tema “AI for Public Safety” dipilih karena relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menjadi upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung keamanan publik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antara kreator konten, akademisi, media massa, komunitas kreatif, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Menurut Abast, tantangan ruang digital saat ini semakin kompleks. Hoaks, perundungan siber, cyberbullying, penipuan digital, hingga kekerasan seksual berbasis elektronik menjadi persoalan yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak untuk mengatasinya. "Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi bersama seluruh elemen bangsa untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di ruang digital," ujarnya.

Melalui KREAFEST 2026, Polda Jawa Timur berharap lahir lebih banyak kreator muda yang mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan produktif. Tidak hanya menghasilkan karya inovatif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga keamanan publik, memperkuat literasi digital, serta menangkal berbagai ancaman yang muncul di era transformasi teknologi.

Dengan semakin banyaknya karya positif yang memanfaatkan AI untuk kepentingan edukasi dan keamanan, ruang digital Indonesia diharapkan menjadi lebih aman, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Berita Terbaru

UU Reforma Agraria Disahkan, Anas Urbaningrum: Tidak Harus Jadi Komunis untuk Membela Keadilan Tanah

UU Reforma Agraria Disahkan, Anas Urbaningrum: Tidak Harus Jadi Komunis untuk Membela Keadilan Tanah

Rabu, 23 Sep 2026 20:43 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:43 WIB

Surabaya — Pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria oleh DPR RI pada Selasa, 22 September 2026, dinilai dapat menjadi momentum untuk membenahi k…

CCTV Ungkap Dugaan Pemukulan Louis, Saksi Polisi Sebut Terdakwa Memukul Korban Sambil Berlari

CCTV Ungkap Dugaan Pemukulan Louis, Saksi Polisi Sebut Terdakwa Memukul Korban Sambil Berlari

Rabu, 23 Sep 2026 18:27 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:27 WIB

Jurnas.net - Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi sorotan dalam sidang lanjutan perkara dugaan penganiayaan terhadap Louis Prasetya di kawasan Pergudangan …

Pemkot Surabaya Perpanjang Seleksi 10 Posisi Direksi di 5 BUMD

Pemkot Surabaya Perpanjang Seleksi 10 Posisi Direksi di 5 BUMD

Rabu, 23 Sep 2026 17:17 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 17:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperpanjang masa pendaftaran seleksi calon anggota direksi pada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). P…

Pembukaan Muswil VI KAHMI Jatim Digelar di Trawas, Ini Alasan Tak Jadi di Grahadi

Pembukaan Muswil VI KAHMI Jatim Digelar di Trawas, Ini Alasan Tak Jadi di Grahadi

Rabu, 23 Sep 2026 16:04 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:04 WIB

Jurnas.net — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur memutuskan pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jatim d…

Liliane Foundation Dukung Banyuwangi Jadi Daerah Inklusif, 155 Anak Disabilitas Dapat Pendampingan

Liliane Foundation Dukung Banyuwangi Jadi Daerah Inklusif, 155 Anak Disabilitas Dapat Pendampingan

Rabu, 23 Sep 2026 13:24 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:24 WIB

Jurnas.net – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas pembangunan yang inklusif mendapat dukungan dari Liliane Foundation (LF), lembaga nonpemerintah a…

Temu Karya Taman Budaya ke XXV, Menjaga Konsistensi dan Jiwa Peduli Inklusi

Temu Karya Taman Budaya ke XXV, Menjaga Konsistensi dan Jiwa Peduli Inklusi

Selasa, 22 Sep 2026 16:12 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 16:12 WIB

Jurnas.net - Pameran dan pementasan kebudayaan dari berbagai daerah di Nusantara bakal terselenggara di Taman Budaya Yogyakarta pada 28 September hingga 1…