Harganas 2026, PKS Jatim Latih Ratusan Konsultan Keluarga, Soroti 93 Ribu Kasus Perceraian

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Jurnas.net – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur menggelar pendidikan dan pelatihan bagi ratusan konsultan keluarga dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Program yang digelar secara hybrid pada Minggu, 5 Juli 2026, itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Tidak hanya menggelar pelatihan, PKS Jawa Timur juga meluncurkan tiga program baru, yakni Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK), dan Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI), sebuah layanan call center konsultasi keluarga yang disiapkan sebagai ruang pendampingan bagi masyarakat.

Pelatihan tersebut menghadirkan psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai DPP PKS, Muhammad Iqbal, serta Sekretaris Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS, Iis Istiqomah, sebagai narasumber.

Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Timur, Nurul Arbaati, mengatakan penguatan keluarga merupakan kebutuhan yang semakin mendesak di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang memengaruhi kehidupan rumah tangga.

Menurut dia, keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter masyarakat. Karena itu, penguatan keluarga tidak cukup dilakukan melalui pendekatan seremonial, melainkan harus dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan, hingga pemberdayaan ekonomi.

"Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Karena itu, kami ingin menghadirkan pendampingan yang nyata bagi keluarga-keluarga Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Harganas tahun ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari gerakan sosial untuk membangun peradaban melalui institusi keluarga.

"Hari ini kita bukan hanya melaunching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan," kata Bagus.

Ia menyebut keluarga merupakan investasi paling strategis bagi masa depan Indonesia. Dari lingkungan keluargalah lahir karakter, kepemimpinan, dan kualitas generasi penerus bangsa.

Namun, menurut Bagus, keluarga Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan pola hidup, derasnya pengaruh media digital, tekanan ekonomi, hingga menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Bagus juga menyoroti tingginya angka perceraian sebagai salah satu indikator rapuhnya ketahanan keluarga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur masih menjadi salah satu provinsi dengan jumlah perceraian tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 93 ribu perkara perceraian sepanjang 2025.

"Data ini menjadi pengingat bahwa keluarga membutuhkan pendampingan yang nyata. Kita tidak boleh hanya datang ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus hadir sejak awal melalui edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga," ujarnya.

Menurut Bagus, keberadaan konsultan keluarga di berbagai daerah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan, edukasi, sekaligus membantu keluarga menghadapi berbagai persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Melalui peluncuran SKI, PPEK, dan Halo RKI, PKS berharap dapat membangun ekosistem keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh, baik dari sisi psikologis maupun ekonomi.

Bagus menegaskan, partainya ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada momentum politik semata. "Kita ingin PKS hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Hadir dalam keluarga, hadir dalam pemberdayaan ekonomi, dan hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat," pungkasnya.

Berita Terbaru

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…