Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Temuan kepolisian bahwa pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur didominasi anak-anak usia sekolah memunculkan kekhawatiran baru. Persoalan ini dinilai bukan semata-mata soal kriminalitas, melainkan sinyal melemahnya benteng keluarga dan pendidikan karakter yang selama ini menjadi fondasi pembentukan generasi muda.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda prioritas untuk mencegah semakin banyak remaja terjerumus dalam tindak pidana.

"Kalau pelaku curanmor didominasi anak usia sekolah, berarti ada sesuatu yang harus dievaluasi bersama. Ini menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera memperkuat ketahanan keluarga dan pendidikan karakter," kata Puguh, Sabtu, 4 Juli 2026.

Pernyataan itu merespons data Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur yang mencatat sepanjang Juni 2026 terjadi 320 kasus kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor). Dari jumlah tersebut, polisi berhasil mengungkap 195 kasus dan mengamankan 222 tersangka. Sejumlah pelaku diketahui masih berusia di bawah 17 tahun, bahkan sebagian mengaku menggunakan hasil kejahatan untuk membeli narkoba.

Bagi Puguh, fakta tersebut menunjukkan persoalan yang lebih kompleks dibanding sekadar meningkatnya angka kriminalitas. Ia menilai keterlibatan pelajar dalam aksi kejahatan mencerminkan adanya persoalan pada lingkungan keluarga, pendidikan, hingga pembinaan sosial di masyarakat.

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu, pemerintah sebenarnya memiliki perangkat kebijakan yang cukup untuk memperkuat langkah pencegahan. Yang dibutuhkan saat ini adalah memperluas edukasi secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga.

"Kalau edukasi dilakukan secara masif dan berkelanjutan, saya yakin fenomena seperti ini bisa ditekan," ujarnya.

Puguh menilai status para pelaku yang masih berusia sekolah seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Pendidikan formal, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus memastikan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial peserta didik.

Di sisi lain, keluarga juga memegang peran sentral dalam membangun karakter anak. Ia menekankan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi, tetapi juga kualitas komunikasi antara orang tua dan anak, pola pengasuhan, serta penanaman nilai moral sejak usia dini.

"Kalau mereka masih tinggal bersama orang tua, berarti pola asuh, penanaman akhlak, dan pendidikan karakter di rumah juga harus menjadi perhatian serius," katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak cukup diukur dari meningkatnya angka partisipasi sekolah atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, kualitas karakter generasi muda harus menjadi ukuran yang sama pentingnya agar mereka tidak mudah terjerumus dalam tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkotika.

"Jangan hanya mengejar capaian angka-angka pembangunan. Kita juga harus memastikan anak-anak kita tumbuh dengan akhlak, karakter, dan budi pekerti yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Karena itu, Puguh mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusun kebijakan yang lebih terintegrasi untuk memperkuat ketahanan keluarga. Program tersebut, menurutnya, harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga komunitas di tingkat lingkungan.

"Pemerintah memiliki kewenangan menyusun regulasi dan melakukan intervensi. Namun keberhasilan membangun benteng moral generasi muda hanya bisa dicapai jika keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. Dengan sinergi itu, saya optimistis kasus-kasus seperti ini dapat ditekan," pungkasnya.

Berita Terbaru

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Jurnas.net – Lutfi J. Kurniawan, peraih suara terbanyak dalam pemilihan Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur …