Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya menghadirkan berbagai pertunjukan, tetapi juga mengangkat tradisi lokal melalui kirab tumpeng raksasa setinggi tiga meter.
Tumpeng berisi beragam jajanan kekinian tersebut menjadi salah satu ikon perayaan dua dekade SMAN 1 Kebomas. Setelah dikirab mengelilingi area sekolah, tumpeng kemudian dipotong secara simbolis sebelum bagian-bagiannya diperebutkan para siswa.
Prosesi tersebut berlangsung meriah. Siswa yang sejak awal menunggu di sekitar lokasi langsung antusias ketika potongan tumpeng mulai dibagikan. Kirab tumpeng digelar setelah rangkaian karnaval dan penampilan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler. Dengan diiringi penampilan tari, tumpeng berukuran raksasa itu dibawa menuju lokasi utama acara.
Meski dikemas dengan konsep modern, tumpeng tetap mempertahankan makna tradisional sebagai simbol rasa syukur. Tradisi tersebut sekaligus menjadi cara sekolah mempertemukan semangat generasi muda dengan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala SMAN 1 Kebomas, Komari, mengatakan perayaan HUT ke-20 tidak sekadar menjadi momentum memperingati perjalanan sekolah selama dua dekade. Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah.
"Ini merupakan bentuk rasa syukur kami dengan mengadakan tumpeng yang direbut oleh siswa. Tumpeng ini merupakan sumbangan dari IKA Alumni SMAN 1 Kebomas. Ini menunjukkan kekompakan dari anggota sekolah yang aktif seperti komite, guru, siswa hingga alumni," kata Komari, Rabu, 30 September 2026.
Menurut dia, keterlibatan alumni dalam perayaan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara sekolah dan para lulusan tidak berhenti setelah siswa menyelesaikan pendidikan. Komari berharap sinergi antara sekolah, komite, guru, siswa dan alumni dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan SMAN 1 Kebomas.
"Kualitas lulusan Smabom juga terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Sejumlah lulusan berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama. Lulusan sekolah kami juga alhamdulillah berhasil lolos di PTN ternama," ujarnya.
Bagi alumni SMAN 1 Kebomas, penggunaan tumpeng dalam perayaan ulang tahun sekolah menjadi hal yang menarik. Di tengah konsep perayaan yang menghadirkan band, modern dance, kompetisi hingga penampilan hiburan, sekolah tetap memberikan ruang bagi tradisi Indonesia.
Salah satu alumni SMAN 1 Kebomas, Lolita, mengapresiasi langkah sekolah mempertahankan tradisi tersebut. Menurut dia, perayaan ulang tahun sekolah tidak harus selalu mengedepankan konsep modern yang identik dengan budaya Barat. Tradisi lokal juga dapat dikemas secara kreatif sehingga tetap relevan bagi generasi muda.
"Bangga sekali melihat perayaan ulang tahun yang biasanya terkesan hanya bergaya kebaratan, tetapi Smabom masih mengajarkan kepada siswa untuk ikut melestarikan budaya ketimuran di Indonesia seperti rebutan tumpeng ini," kata Lolita.
Tradisi rebutan tumpeng pun menjadi bagian yang paling dinanti siswa. Bukan sekadar berebut makanan, prosesi tersebut menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menjadi simbol bahwa perayaan ulang tahun sekolah merupakan milik seluruh warga sekolah.
Rangkaian HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas dimulai sejak pagi. Karnaval digelar sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dan diikuti warga sekolah. Setelah karnaval, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan ekstrakurikuler, mulai dari band, JLC, paduan suara hingga modern dance.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pembukaan, penampilan ekstrakurikuler tari dan prosesi kirab tumpeng raksasa. Setelah kirab, dilakukan sambutan Kepala Sekolah dan pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng kemudian menjadi rebutan para siswa yang telah menunggu di sekitar lokasi.
Kemeriahan HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas tidak berhenti pada prosesi tumpeng. Agenda berikutnya diisi dengan pengukuhan Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Kebomas, kompetisi Putra-Putri Smabom, Flashmob 66 Besar, 5 Besar dan Tanya Jawab 3 Besar.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Boommas Idol, awarding, hingga ditutup dengan penampilan guest star. Perayaan dua dekade SMAN 1 Kebomas akhirnya bukan hanya menjadi panggung hiburan bagi siswa. Di balik kemeriahannya, terselip pesan tentang pentingnya menjaga hubungan antara sekolah dan alumni, membangun kebersamaan, sekaligus mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda.
Tumpeng raksasa tiga meter yang dikirab dan kemudian menjadi rebutan siswa pun menjadi simbol sederhana dari perjalanan 20 tahun SMAN 1 Kebomas: dirayakan bersama, dinikmati bersama, dan diharapkan menjadi pijakan untuk perjalanan sekolah pada tahun-tahun berikutnya.
Editor : Risfil Athon