Cak Kartolo Raih Penghargaan Nasional, Ludruk Jawa Timur Resmi Jadi Memori Kolektif Bangsa

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kiprah maestro ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) oleh Arsip Nasional RI. (Humas Pemkot Surabaya)
Kiprah maestro ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) oleh Arsip Nasional RI. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, kiprah panjang maestro ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) oleh Arsip Nasional Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Hari Kearsipan Nasional ke-55 yang digelar di Gedung C ANRI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Tak hanya penghargaan untuk arsip perjalanan seni Cak Kartolo, Pemkot Surabaya juga berhasil memborong tiga penghargaan nasional sekaligus, yakni Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, serta Registrasi Memori Kolektif Bangsa untuk arsip “Kiprah Kartolo: Maestro Seni Tradisi Kesenian Ludruk 1950–2025”.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasi panjang Cak Kartolo dalam menjaga dan melestarikan seni ludruk di tengah perkembangan zaman.

“Alhamdulillah kemarin dapat tiga penghargaan, salah satunya terkait simpul jaringan dan pengawasan kearsipan terbaik nasional. Cak Kartolo juga mendapat penghargaan Memori Kolektif Bangsa,” kata Yusuf, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Yusuf, arsip perjalanan seni Cak Kartolo dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat karena merekam perjalanan panjang ludruk Jawa Timur lintas generasi. Ia menyebut, salah satu kekuatan utama Cak Kartolo adalah kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas tradisi ludruk itu sendiri.

“Beliau mampu menyesuaikan tradisi ludruk dengan perkembangan era dan wilayah. Dulu ludruk personelnya banyak dan musiknya masih konvensional, sekarang beliau sudah memakai sistem digital. Itu bentuk adaptasi,” jelasnya.

Tak hanya dikenal sebagai seniman kelompok, Cak Kartolo juga dinilai memiliki kemampuan tampil solo yang jarang dimiliki seniman ludruk generasi lama. “Beliau ini legenda yang bisa tampil solo, padahal dasarnya grup. Tidak semua seniman bisa seperti itu,” kata Yusuf.

Pengakuan terhadap kiprah Cak Kartolo juga terlihat saat dirinya tampil membawakan jula-juli di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan usai menerima penghargaan. Penampilan tersebut mendapat perhatian karena dinilai tetap relevan dan mampu diterima generasi muda.

Selain kemampuan seninya, Cak Kartolo juga dinilai memiliki kesadaran arsip yang tinggi. Selama puluhan tahun, ia mendokumentasikan sendiri perjalanan kariernya, mulai dari naskah pertunjukan, skrip lawakan, agenda pentas, hingga catatan administrasi pribadi.

“Aspek penilaiannya berasal dari arsip-arsip milik beliau. Sejak tahun 1960-an beliau sudah mendokumentasikan kegiatannya sendiri. Tidak punya manajer, tapi administrasinya tertata,” terangnya.

Menurut Yusuf, dokumentasi yang tertata rapi tersebut menjadi bukti konsistensi Cak Kartolo dalam menjaga eksistensi ludruk agar tetap hidup dan relevan mengikuti perkembangan audiens.

“Kalau diundang kantor, tema jula-juli bisa langsung disesuaikan dengan instansi yang mengundang. Tidak semua orang bisa seperti itu, apalagi di usia beliau yang sudah 81 tahun,” katanya.

Program Memori Kolektif Bangsa sendiri merupakan upaya ANRI untuk menyelamatkan arsip bernilai sejarah yang merepresentasikan identitas bangsa. Arsip yang ditetapkan harus melalui proses seleksi ketat mulai tahap nominasi hingga verifikasi.

“Pengajuan Memori Kolektif Bangsa dilakukan setiap tahun dan ada proses seleksi panjang. Tidak bisa langsung lolos begitu saja,” tandas Yusuf.

Sebagai informasi, Cak Kartolo dikenal luas sebagai ikon ludruk Jawa Timur yang identik dengan jula-juli, yakni kidung pantun atau parikan berbahasa Jawa dialek Jawa Timuran atau Suroboyoan yang biasa menjadi pembuka pertunjukan ludruk.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa ludruk bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian penting dari memori budaya bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Berita Terbaru

DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Pintu Aspirasi Terbuka, Penanganan Banjir Cijagra Jadi Prioritas

DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Pintu Aspirasi Terbuka, Penanganan Banjir Cijagra Jadi Prioritas

Senin, 08 Jun 2026 14:26 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:26 WIB

Jurnas.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka menerima aspirasi dan kritik dari seluruh…

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka peluang kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan p…

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - Universtas Gadjah Mada (UGM) Trail Run 2026 mengusung semangat multi dimensi. Bukan hanya semangat kemanusiaan, namun juga kepedulian terhadap ling…

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Selama periode libur panjang Hari Raya Idul A…

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Musyawarah Wilayah (…

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki seluruh modal strategis untuk menjadi salah satu pemain utama d…