Jurnas.net - BPBD Jawa Timur kembali memperluas program Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota sepanjang 2026. Ini sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Program ini diawali di wilayah Mataraman yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek, Kabupaten Madiun, hingga Kota Madiun. Pembentukan Destana menjadi langkah strategis untuk membangun masyarakat desa yang tangguh, siap siaga, dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri saat terjadi bencana.
Di Tulungagung, kegiatan pembentukan Destana dilaksanakan di Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan. Sementara di Magetan, program difokuskan di Desa Jabung, Kecamatan Panekan.
Pembukaan kegiatan di dua lokasi tersebut berlangsung pada Selasa (5/5/2026) dan dihadiri Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno, serta fasilitator Destana dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Timur.
Turut hadir Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung M Fairuza Al Hida, Plh Kalaksa BPBD Magetan Suparman, unsur Forkopimcam, serta kepala desa setempat.
Mewakili Kalaksa BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara menegaskan pembentukan Destana merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat desa.
“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan adalah prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap, dan tangguh terhadap ancaman bencana,” kata Deni.
Menurut Deni, keberadaan Destana diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing, memahami langkah penyelamatan saat kondisi darurat, hingga mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Selain Tulungagung dan Magetan, pembentukan Destana juga dilakukan di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Kemudian di Kabupaten Madiun, program berlangsung di Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, sedangkan di Kota Madiun kegiatan menyasar Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo.
Pada Selasa (12/5/2026), pembentukan Destana berlanjut di Kabupaten Tuban tepatnya di Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding.
Kegiatan tersebut kembali dihadiri Deni Kiki Melia Tamara bersama Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji, Forkopimcam setempat, Kepala Desa Genaharjo Rudiyanto, dan fasilitator dari Forum PRB Jatim.
Selanjutnya, pada Rabu (13/5/2026), program Destana dijadwalkan bergeser ke Kabupaten Bojonegoro dengan lokasi kegiatan di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman. Tak hanya memberikan pelatihan mitigasi bencana, BPBD Jatim juga menyalurkan bantuan 100 bibit pohon produktif di setiap lokasi pembentukan Destana. Bibit tersebut terdiri atas pohon durian, alpukat, kelengkeng, hingga jambu air.
Program penghijauan ini diharapkan menjadi bagian dari mitigasi vegetatif untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, peserta Destana mendapatkan berbagai materi pelatihan, mulai dari pengenalan pentingnya Desa Tangguh Bencana, kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana, rencana aksi komunitas, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) peringatan dini dan evakuasi.
Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), penyusunan rencana kontingensi, hingga pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat desa.
Melalui program tersebut, BPBD Jatim berharap desa-desa di Jawa Timur semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai banjir, longsor, angin kencang, hingga gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Editor : Amal