UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Universitas Islam Indonesia (UII) memperkenalkan Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) sebagai transformasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).
Universitas Islam Indonesia (UII) memperkenalkan Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) sebagai transformasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).

Jurnas.net -  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memperkenalkan Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) sebagai transformasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Peluncuran FTDI itu sekaligus membuka babak baru pengembangan pendidikan teknik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Waqaf UII, Allwar mengatakan transformasi FTSP menjadi FTDI sebagai bagian dari amanah pendidikan UII untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Keunggulan akademik diharapkan berjalan beriringan dengan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

"FTDI diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi insan akademik yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat. Teknik, desain, dan inovasi harus berjalan bersama untuk melahirkan ikhtiar yang membawa kemaslahatan, memperkuat peradaban, dan menjaga keberlanjutan bumi," kata Allwar dalam Sarasehan dan Soft Launching FTDI di Kampus Terpadu UII Yogyakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026. 

Transformasi tersebut dinilai bukan sekadar perubahan nama atau identitas kelembagaan. Kehadiran FTDI dianggap mencerminkan komitmen UII mengembangkan pendidikan yang mampu merespons perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan kompleksitas tantangan pembangunan. FTDI hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan teknik, kreativitas desain, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

FTDI UII menaungi tiga program studi, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan. Ketiganya memiliki kekuatan keilmuan masing-masing sekaligus keterkaitan yang erat dalam membangun infrastruktur, merancang ruang kehidupan, meningkatkan kualitas lingkungan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Melalui ekosistem FTDI, kolaborasi antardisiplin akan terus diperkuat tanpa menghilangkan identitas dan kekhasan setiap program studi.

Perubahan iklim, urbanisasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, transisi energi, konstruksi digital, dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh telah mengubah tuntutan terhadap pendidikan tinggi. Lulusan masa depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga perlu mampu berpikir kreatif, bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan manusia, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, FTDI diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia profesional, tetapi juga mampu menciptakan perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam kerangka FTDI, teknik menjadi fondasi keilmuan untuk memahami persoalan secara sistematis serta menghasilkan solusi yang kuat, aman, dan dapat diterapkan. Desain menjadi proses yang menghubungkan fungsi, ruang, kreativitas, lingkungan, budaya, dan kebutuhan manusia. Sementara itu, inovasi menjadi kekuatan yang mengubah ilmu dan gagasan menjadi solusi baru yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Rektor UII, Hari Purnomo menegaskan bahwa pembentukan identitas FTDI merupakan langkah strategis UII dalam merespons perubahan lanskap pendidikan dan profesi. Transformasi ini diharapkan memperkuat pendidikan lintas disiplin, pengembangan teknologi, kolaborasi dengan dunia industri, serta relevansi lulusan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

"Perubahan nama ini menegaskan cara pandang yang lebih integratif. Kompetensi teknik tetap menjadi fondasi, kemudian diperkaya dengan kemampuan desain, pemanfaatan teknologi, dan keberanian berinovasi. Melalui ekosistem tersebut, FTDI diharapkan melahirkan lulusan dan karya yang relevan secara global, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan," kata Hari. 

Dekan FTDI UII, Miftahul Fauziah menyampaikan bahwa FTDI dibangun di atas fondasi, pengalaman, dan rekam jejak FTSP yang telah berkembang selama ini. Identitas baru tersebut tidak menghilangkan perjalanan sebelumnya, tetapi memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat relevansi fakultas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, profesi, dan kebutuhan masyarakat.

"FTDI bukan meninggalkan perjalanan FTSP, melainkan melanjutkan dan memperkuatnya. Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan tetap berkembang dengan identitas keilmuannya masing-masing, sekaligus semakin terhubung untuk menjawab persoalan infrastruktur, ruang, kota, dan lingkungan secara lebih utuh. Inilah semangat Engineer the Future, Sustain the World," ujarnya. 

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…