Guru Besar UGM: Pemerintah dan DPR Ingkari Amanat Reformasi 1998  

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diskusi Konstitusi di Fakultas Hukum UII.
Diskusi Konstitusi di Fakultas Hukum UII.

Jurnas.net - Guru Besar Agraria Universitas Gadjah Mada (UGM), Maria Sri Wulan Sumardjo menagih janji pemerintah dan DPR dalam menjalankan amanat reformasi 1998, dalam hal ini bidang agraria. Meski aturan sudah ada sejak lama, namun pemerintah dan DPR tak ada tindakan menjalankan amanat reformasi itu. 

"Saya menagih utang yang belum dipenuhi DPR dan pemerintah (dalam hal reformasi agraria). Saya meminta MPR mendorong supaya utang itu bisa dilunasi," kata Maria dalam Diskusi Konstitusi bertajuk "Evaluasi Pasal 18, Pasal 18A, dan Pasal 33 UUD NRI 1945 Serta Kaitannya dengan Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam" di Auditorium Lantai 4 Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. 

Diskusi tersebut diselenggarakan MPR bekerja sama dengan Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum UII. Maria mengatakan dirinya terlibat dalam perumusan Ketetapan MPR tersebut. 

Lebih lanjut, Maria menyebutkan sejumlah hal pembuatan Tap MPR itu. Beberapa di antaranya degradasi lingkungan, penurunan kualitas lingkungan, ketimpangan, sistem penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan, adanya konflik agraria struktural, pengaturan sumber daya agraria yang tumpang tindih dan saling bertentangan. 

Sebagaimana bunyi Pasal 33 UUD, yakni kekayaan nasional disyukuri dan dimanfaatkan secara optimal bagi generasi sekarang dan yang akan datang, serta prinsip demokrasi ekonomi demi kemakmuran seluruh rakyat. 

"Selama 25 tahun (Pemerintah dan DPR) mengabaikan amanat ini," kata dia. 

Menurut dia, situasi dan kondisi saat ini jauh mengerikan dibanding 1998. Ia sempat menyebut adanya film "Pesta Babi" yang menurutnya situasi di lapangan bisa lebih parah. 

"Situasinya tidak ada bedanya, bahkan saat ini lebih parah," ujarnya. 

Ia mengatakan mendapat informasi ada sekitar 300an konflik berkaitan dengan agraria pada 2025. Selain itu, Maria juga mengutip laporan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terkait terjadinya ratusan kasus perampasan wilayah adat, seperti terkait proyek perkebunan, pertambangan, hingga proyek strategis nasional (PSN). 

Amanat reformasi 1998 yang tidak ditindaklanjuti tersebut jug menyebabkan, salah satunya bencana hidrometeorologi. Misalnya, banjir di Sumatra dan Aceh yang menyebabkan ribuan orang meninggal, juga banyak yang mengungsi. 

Menurut dia, dirinya maupun masyarakat tidak antiinvestor dalam pembangunan. Namun, katanya, pengelolaan sumber daya harus diimbangi dengan perlindungan kelompok rentan. Selain itu, pembangunan berkelanjutan juga harus menganut prinsip kehati-hatian, ingat daya dukung dan daya tampung lingkungan, konservasi dan lindungi alam.

"Banyak kajian dan naskah yang pernah ada, ada banyak, tinggal ada atau tidak kemauan," ujarnya. 

Ia juga menyarankan pemerintah menerbitkan omnibus law SDA. Ia menyebut hal itu sudah ada bahannya ada, termasuk naskah akademik sudah ada di UU. 

Diskusi panjang tersebut juga mengupas persoalan konstitusi itu dari sejumlah sudut pandang. Selain Maria, ada pula Guru Besar Ekonomi Kelembagaan UII, Unggul Priyadi; Guru Besar Hukum Tata Negara UII, Ni'matul Huda; dan Guru Besar Hukum Perdagangan Internasional UII, Nandang Sutrisno. 

Sementara, Peneliti di Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum UII, Allan Fatchan Gani Wardhana mengatakan abainya menjalankan amanat Tap MPR itu juga mengakibatkan pengelolaan sumber daya alam tersentralisasi ke pemerintah pusat. Imbasnya, daerah hanya merasakan sedikit dari manfaat dan potensi yang ada di lingkungannya. 

Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR, Taufiq Basari menambahkan Tap MPR  IX/MPR/2001 ini beririsan dengan Pasal 18 dan Pasal 33 UUD 1945. Menurut dia, perlu masukan dari para pakar dalam mengawalnya. 

"Apakah jalannya negara sesuai jalannya konstitusi. Kita perlu menyesuaikan amanat reformasi 1998 dan menginginkan amanat reformasi tidak berjalan di tempat," ucapnya. 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Pahlawan 2026, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Instalasi T…

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi di 22 lokasi y…

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri puasa kemenangan di BRI Super League 2026/2027 pascamengandaskan perlawanan Borneo FC Samarinda dalam laga yang…

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…