BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)
Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis melalui jaringan perusahaan di bawah Bandar Rokok Nusantara Global Grup atau BARONG Grup.

Pengusaha yang akrab disapa Gus Lilur itu menjelaskan bahwa tahap awal yang telah diselesaikan meliputi pembentukan struktur usaha dan legalitas berbagai perusahaan yang bergerak di sektor rokok, tembakau, hingga distribusi logistik.

Menurutnya, fondasi bisnis tersebut menjadi langkah awal sebelum memasuki fase ekspansi besar-besaran dalam industri tembakau nasional. “Saya merasa sudah selesai dengan persiapan tahap awal usaha, yaitu legalitas usaha. Langkah berikutnya adalah ekspansi usaha dalam skala besar,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Minggu, 15 Maret 2026.

Gus Lilur mengungkapkan bahwa saat ini ia telah menyiapkan enam induk perusahaan rokok. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan telah mengantongi legalitas lengkap, sementara satu perusahaan lainnya masih dalam proses pengurusan administrasi.

Salah satu dari perusahaan tersebut bahkan telah memiliki pabrik rokok lengkap dengan fasilitas produksi. Enam perusahaan rokok yang berada dalam jaringan bisnisnya antara lain, Rokok Bintang Sembilan (RBS), Bandar Rokok Nusantara (BARON), Joko Tole Nusantara (JOLENTARA), Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA), Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG), dan Madura Indonesia Tembakau (MASAKU).

Selain itu, Gus Lilur juga membangun dua perusahaan induk yang bergerak di sektor tembakau, yakni Nusantara Global Tobacco (NGO) serta Bandar Tembakau Indonesia atau BAKAU Indonesia. Untuk memperkuat rantai distribusi, ia juga mendirikan perusahaan logistik bernama Angkut Barang Seluruh Nusantara (ABANG SETARA).

Setelah tahap legalitas rampung, Gus Lilur mulai merancang ekspansi dengan membangun gudang tembakau besar di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah. Di Jawa Timur, gudang tembakau akan dibangun di sejumlah daerah penghasil tembakau seperti Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sementara di wilayah Nusa Tenggara Barat, gudang tembakau direncanakan berdiri di Lombok Timur, Lombok Tengah, serta Kota Mataram. Adapun di Jawa Tengah, gudang tembakau akan dibangun di Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, dan Jepara.

Selain gudang tembakau, Gus Lilur juga menyiapkan pembangunan 19 pabrik rokok besar yang akan tersebar di tiga provinsi tersebut. Sebanyak 17 pabrik akan berdiri di daerah yang memiliki gudang tembakau, sementara dua pabrik lainnya direncanakan dibangun di Sidoarjo dan Malang.

Menurutnya, pabrik-pabrik tersebut akan dikembangkan sebagai pabrik rokok berskala menengah hingga besar dengan standar produksi internasional. Meski membangun industri besar, Gus Lilur menegaskan konsep bisnis yang ia rancang juga melibatkan sektor usaha kecil dan menengah.

Ia berencana membangun serta membina sekitar 2.000 perusahaan rokok UMKM di 17 kabupaten yang memiliki gudang tembakau. Setiap perusahaan rokok UMKM tersebut diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 20 pekerja. “Jika dua ribu PR UMKM berdiri dan masing-masing mempekerjakan dua puluh orang, maka akan tercipta sekitar empat puluh ribu lapangan kerja,” jelasnya.

PR UMKM tersebut akan menjalankan sistem produksi maklun atau manufacturing untuk menghasilkan berbagai jenis rokok kretek yang memanfaatkan tembakau dari sejumlah daerah penghasil di Indonesia. Jenis rokok yang akan dikembangkan antara lain Virginia Blend dari Lombok, Oriental Blend dari Madura, Burley Blend dari Jember dan Banyuwangi, Besuki Blend dari Situbondo, Lumajang Blend dari Lumajang, serta Srintil Blend dari Temanggung.

Dengan mengintegrasikan pabrik rokok besar dan ribuan PR UMKM, Gus Lilur berharap dapat membangun kekuatan industri rokok nasional yang mampu bersaing di pasar global. Ia juga menegaskan bahwa rencana besar tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau serta membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.

"Saatnya petani tembakau Indonesia sejahtera, saatnya rokok Indonesia berjaya, dan saatnya Republik Indonesia menunjukkan kekuatannya di industri tembakau dunia,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 08:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 08:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…