Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan personel pemadam antusias ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran atau Firefighter (FF) Level 2 di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Puluhan personel pemadam antusias ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran atau Firefighter (FF) Level 2 di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Pemadam Kebakaran atau Firefighter (FF) Level 2 bagi 50 personel terpilih dari berbagai rayon, unit rescue, dan bidang operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mencetak pemimpin lapangan yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kapasitas pengambilan keputusan dalam situasi darurat yang kompleks. Berbeda dengan pelatihan dasar, FF Level 2 diperuntukkan bagi personel yang telah mengantongi sertifikasi Firefighter Level 1 (FF1), khususnya para komandan regu (Danru) dan komandan tim (Danton) yang menjadi ujung tombak operasi di lapangan.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi personel menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kompleksitas penanganan kebakaran, penyelamatan, hingga berbagai bencana perkotaan.

“Komandan di lapangan tidak cukup hanya memiliki pengalaman dan keterampilan. Mereka juga harus memiliki sertifikasi kompetensi sebagai standar profesionalisme. Dengan bekal tersebut, mereka mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terukur saat menghadapi kondisi darurat,” kata Laksita, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurutnya, sertifikasi menjadi jaminan kualitas pelayanan kepada masyarakat karena personel yang telah melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang memiliki kemampuan yang lebih komprehensif dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi strategi dan taktik pemadaman kebakaran, teori perilaku api, teknik pengendalian asap dan panas pada bangunan terbakar, pencarian dan penyelamatan korban, hingga prosedur penanganan korban dalam kondisi darurat.

Tak hanya itu, peserta juga memperoleh pembekalan Medical First Responder (MFR) bekerja sama dengan RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya sebagai bekal pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Kemampuan yang diasah tidak hanya terkait kebakaran. Personel juga dibekali keterampilan penyelamatan di perairan, pengoperasian perahu karet bermotor, teknik pencarian korban, hingga penggunaan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk mendukung operasi penyelamatan di area berisiko tinggi,” jelasnya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, DPKP Surabaya juga mulai menyiapkan regenerasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi instruktur. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan transfer pengetahuan dan pengalaman dari personel senior kepada generasi berikutnya.

“Dalam beberapa tahun ke depan ada sejumlah personel senior yang memasuki masa purnatugas. Karena itu, kami mulai menyiapkan kader-kader instruktur baru agar proses regenerasi berjalan baik dan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Laksita.

Melalui penguatan kompetensi yang berkelanjutan, DPKP Surabaya optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian waktu tanggap (response time) penanganan kedaruratan yang saat ini berada di kisaran 6,5 menit. “Dengan personel yang semakin profesional dan terlatih, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran dan bencana dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat DPKP Surabaya, Widagdo Endang Suroso, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama dua pekan dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan.

Pada pekan pertama, peserta mengikuti pendidikan teori di Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prigen, Kabupaten Pasuruan. Materi yang diberikan merupakan pengembangan dari kompetensi dasar FF1, termasuk teknik penyelamatan darat (land rescue) dan pencarian korban di ruang terbatas.

Memasuki pekan kedua, peserta menjalani simulasi intensif di fasilitas pelatihan milik DPKP Surabaya. Mereka dihadapkan pada berbagai skenario yang menyerupai kondisi nyata di lapangan, mulai dari kebakaran bangunan, pencarian korban dalam ruangan minim visibilitas, penyelamatan di ketinggian, hingga operasi evakuasi di perairan.

“Peserta dibagi menjadi beberapa tim, seperti attack team, support team, dan rescue team. Tujuannya agar mereka memahami pola kerja sebenarnya saat bertugas di lapangan. Jadi yang diasah bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga koordinasi dan kepemimpinan dalam tim,” ujar Widagdo.

Dalam pelatihan penyelamatan vertikal, peserta dilatih menggunakan tangga kait dan berbagai metode akses untuk mengevakuasi korban dari bangunan bertingkat. Sementara pada sesi water rescue, mereka mempraktikkan teknik membalikkan dan mengembalikan posisi perahu karet, pengoperasian motor tempel, hingga evakuasi korban dari air ke atas perahu secara aman.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Mechanical Advantage System (MAS), yakni teknik penyelamatan menggunakan sistem katrol untuk mengangkat atau menurunkan korban di medan yang sulit dijangkau. Widagdo menegaskan bahwa FF Level 2 merupakan jenjang penting dalam pembentukan pemimpin operasional pemadam kebakaran.

“Kalau pada FF1 fokusnya adalah keselamatan diri dan kemampuan dasar, maka pada FF2 personel dituntut mampu menyelamatkan orang lain, memimpin operasi, mengelola sumber daya, serta mengambil keputusan cepat dalam situasi kritis,” tandasnya.

Berita Terbaru

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …