Jurnas.net - Warga Bawean mengalami kesulitan air bersih pasca diguncang gempa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024. Pasalnya, air yang biasa digunakan jernih mendadak kotor berwarna kecoklatan.
"Kami bingung mau mandi gimana, karena airnya mendadak kotor berwarna kecoklatan," kata Ahmad Muzayyin, warga Dusun Pasir Panjang, Desa Kepuh Teluk, Kec. Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 23 Maret 2024.
Baca juga: Pemprov Jatim Mulai Perbaiki 331 Fasum dan Fasos Pasca Gempa Bawean
Muzayyin mengatakan, air yang biasa digunakan warga setempat berasal dari sumber langsung di pegunungan. Di mana air yang biasanya jernih bening, kini berubah warna kecoklatan pasca terjadinya gempa.
Baca Juga : Warga Bawean Bertahan di Tenda Khawatir Gempa Susulan
Akibatnya, warga setempat mengalami krisi air bersih untuk sekedar mandi, cuci baju, dan masak. Terlebih bagi mereka yang punya bayi dan anak kecil dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatannya.
Baca juga: Tokoh Hingga Kades Bawean Desak Pengusaha Kapal Turunkan Tarif Tiket
"Saya gak tau harus bagaimana agar bisa dapat air bersih, karena selama ini air yang digunakan warga langsung dari sumber di pegunungan, tapi sekarang kotor. Kasihan yang punya bayi dan anak kecil, khawatir kesehatannya," ujarnya.
Baca Juga : 87 Rumah dan Infrastruktur di Enam Daerah di Jatim Rusak Akibat Gempa
Baca juga: Kepala BNPB dan Pj Gubernur Jatim Akan Pantau Langsung Gempa Bawean Minggu Besok
Lain halnya dengan Amnah, warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kab. Gresik, yang menyebut kondisi air di wilayahnya aman, bersih dan jernih. Sehingga ia tak khawatir akan kondisi air kotor seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Tambak.
"Di sink airnya juga bersumber langsung dari pegunungan, tapi Alhamdulillah bersih, masih jernih," pungkasnya.
Editor : Redaksi