Jurnas.net - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyerukan agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih besar terhadap keselamatan dan infrastruktur dunia pesantren di Indonesia. Seruan ini disampaikan usai ia mengunjungi Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang baru-baru ini mengalami musibah tragis runtuhnya mushola dan menelan korban jiwa.
Kunjungan Sarmuji ke pesantren tersebut, selain sebagai bentuk belasungkawa dan silaturahmi pribadi, juga menjadi momen refleksi nasional atas masih rentannya sarana pendidikan berbasis pesantren di berbagai daerah.
Baca juga: Musda Golkar Magetan Digelar di Surabaya: Ali Mufthi Targetkan Kenaikan 18 Kursi DPR RI
“Musibah di Al-Khoziny harus menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah perlu memastikan setiap lembaga pendidikan, termasuk pesantren, memiliki infrastruktur yang aman dan layak,” kata Sarmuji di Sidoarjo, Jumat, 24 Oktober 2025.
Menurutnya, pesantren telah lama menjadi penopang pendidikan moral dan sosial bangsa, namun banyak di antaranya berdiri dengan kemandirian finansial yang terbatas. Karena itu, ia mendorong adanya skema dukungan dari pemerintah pusat, yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan simbolis saat terjadi bencana.
“Pesantren adalah aset bangsa. Maka sudah seharusnya negara hadir membantu, baik melalui anggaran khusus maupun dukungan teknis agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Baca Juga : Golkar Jatim Pelopor Partai Punya Struktur Bidang Pesantren: Selaras dengan Kebijakan Presiden Prabowo
Baca juga: Golkar Jatim Percepat Musda di 38 Daerah Jelang Agenda Politik 2026
[caption id="attachment_8899" align="alignnone" width="879"]
Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji didampingi Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufthi silaturrahim dengan pengasuh Ponpes Al Khoziny. (Istimewa)[/caption]
Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi Golkar DPR RI tersebut juga menyatakan komitmen Golkar untuk mendorong alokasi anggaran APBN minimal 20 persen bagi pembangunan kembali fasilitas pendidikan pesantren yang rusak akibat bencana.
Kunjungan Sarmuji dilakukan bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti, yang juga Anggota Komisi V DPR RI, serta Ketua DPD Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi. Mereka diterima langsung oleh KH Abdus Salam Mujib, pengasuh Ponpes Al-Khoziny, dan keluarga besar pesantren.
Baca juga: Golkar Jadi Pioner Rumah Aspirasi Pertama di Indonesia: Inisiatif Baru Menyerap Suara Rakyat
Ali Mufti menegaskan bahwa Golkar akan mengawal program rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan pesantren, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian.
“Kami akan berkomunikasi dengan Kementerian PUPR sebagai mitra kerja kami agar ada dukungan nyata dalam pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny. Ini bagian dari komitmen politik Partai Golkar untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi bangsa,” tandas Ali.
Editor : Redaksi