Poster Armuji–Arif Fathoni Beredar, Golkar Jatim Tekankan Kader Harus Total Mengabdi untuk Rakyat

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Poster beredar di sosial media muncul nama-nama tokoh untuk Pilwali Surabaya 2029. (Istimewa)
Poster beredar di sosial media muncul nama-nama tokoh untuk Pilwali Surabaya 2029. (Istimewa)

Jurnas.net – Dinamika politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2029 mulai menghangat. Sejumlah poster pasangan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, dengan Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni, sebagai bakal pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya mulai beredar di media sosial dan grup percakapan warga.

Kemunculan poster tersebut langsung memantik perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi politik. Duet dua tokoh lintas partai itu dinilai menarik karena sama-sama memiliki basis massa kuat dan dikenal aktif turun langsung ke masyarakat.

Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Pratama DPD Partai Golkar Jawa Timur, Akhsanul Yakin, menegaskan bahwa Partai Golkar selalu mendorong kadernya untuk fokus bekerja dan mengabdi kepada rakyat dibanding terlalu dini memikirkan kontestasi politik.

Menurutnya, kepercayaan rakyat tidak datang secara instan, melainkan lahir dari rekam jejak pengabdian yang nyata dan konsisten di tengah masyarakat. "Jika kader jelas kontribusinya kepada masyarakat, ia akan mendapatkan kepercayaan untuk mengabdi di sektor yang lebih besar,” kata Yakin, Jumat, 29 Mei 2026.

Yakin menekankan bahwa politik sejatinya merupakan jalan pengabdian. Karena itu, kader partai harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, serta memperjuangkan persoalan-persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.

“Artinya, kader yang bergerak, mengabdi, dan fokus pada kepentingan rakyat, bisa mendapat kepercayaan dari rakyat,” katanya.

Ia menilai munculnya poster-poster politik menjelang kontestasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang wajar. Namun demikian, Golkar Jawa Timur tetap meminta seluruh kader untuk tidak terlena pada pencitraan politik semata dan tetap memprioritaskan kerja nyata bagi masyarakat.

 Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni. (Instagram: ariffathoni.official) Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni. (Instagram: ariffathoni.official)

Dalam pandangan Yakin, elektabilitas seorang tokoh saat ini tidak cukup hanya dibangun melalui kekuatan partai atau popularitas di media sosial. Masyarakat kini semakin rasional dalam menentukan pilihan politik dan lebih melihat rekam jejak pengabdian seorang figur.

Karena itu, tokoh yang aktif membantu masyarakat, memperjuangkan aspirasi warga, serta konsisten hadir dalam berbagai persoalan publik akan memiliki peluang lebih besar mendapatkan simpati dan dukungan rakyat.

Nama Arif Fathoni sendiri selama ini dikenal cukup aktif di Surabaya. Selain menjabat Wakil Ketua DPRD Surabaya, politisi Golkar tersebut kerap menyuarakan berbagai isu strategis perkotaan, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, UMKM, hingga kesejahteraan masyarakat. Aktivitas politik dan sosialnya dinilai membuat namanya semakin dikenal masyarakat dan mendapat tempat di internal Partai Golkar.

Sementara itu, Armuji yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, juga dikenal sebagai salah satu tokoh senior PDI Perjuangan di Surabaya yang memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan pemerintahan. Kedekatannya dengan masyarakat akar rumput membuat namanya tetap memiliki pengaruh kuat dalam peta politik Kota Surabaya.

Meskipun Pilwali Surabaya 2029 masih cukup lama, kemunculan poster-poster politik sejak dini menjadi sinyal bahwa komunikasi dan pemetaan kekuatan politik mulai dilakukan oleh sejumlah pihak. Selain untuk membaca respons publik, kemunculan figur-figur tersebut juga dinilai sebagai bagian dari proses membangun popularitas politik jangka panjang.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari PDI Perjuangan maupun Partai Golkar terkait kemungkinan koalisi ataupun pasangan calon pada Pilwali Surabaya 2029. Namun dinamika politik yang mulai berkembang menunjukkan bahwa persaingan menuju kursi Wali Kota Surabaya diperkirakan akan berlangsung semakin menarik dalam beberapa tahun ke depan.

Berita Terbaru

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …