Jurnas.net - Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Jombang-Mojokerto, Sumardi, mengingatkan bahwa persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak boleh hanya berfokus pada pengamanan konvensional, tetapi juga harus serius dalam mitigasi bencana, menyusul tingginya curah hujan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, persoalan Nataru sudah menjadi perhatian nasional, terlebih kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana seperti banjir dan longsor.
Baca juga: Konsolidasi Golkar Jatim Hampir Tuntas: Ali Mufhti Target Musda Tiga Daerah Rampung Januari Ini
“Ini bukan persoalan biasa. Musim penghujan cukup deras dan titik-titik rawan bencana harus menjadi perhatian utama dalam persiapan Nataru di Jawa Timur,” kata Sumardi, di Surabaya, Minggu, 14 Desember 2025.
Politisi Golkar itu menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan, mulai dari daerah aliran sungai, kawasan perbukitan, hingga jalur transportasi utama yang kerap dilalui masyarakat saat libur akhir tahun.
“Titik-titik rawan bencana, seperti longsor dan banjir, harus dipetakan secara detail. Ini penting agar potensi kejadian bisa diprediksi sejak awal dan tidak menimbulkan korban,” tegasnya.
Baca juga: MKGR Simalungun Dukung Hendri Yanto Sitorus Pimpin Golkar Sumut
Selain itu, ia menilai peningkatan mobilitas masyarakat saat malam Natal dan pergantian tahun berpotensi menambah risiko, baik dari sisi keselamatan maupun ketertiban umum.
“Pada saat malam Natal dan malam Tahun Baru, aktivitas masyarakat meningkat. Potensi kemacetan, gangguan lalu lintas, hingga kondisi darurat harus diantisipasi dengan matang,” katanya.
Baca juga: Libur Nataru, Ini 12 Titik Rawan Macet di Jalur Wisata Jawa Timur
Sumardi mendorong pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk menyiapkan skenario darurat jika terjadi bencana di tengah puncak arus Nataru.
“Mitigasi yang baik adalah kunci. Jangan sampai kita sibuk menangani setelah kejadian, padahal bisa dicegah sejak awal,” pungkas anggota Komisi A DPRD Jatim itu.
Editor : Andi Setiawan