Pesan Adi Wibowo untuk Ketua Golkar Kota Malang: Rangkul Semua Kader dan Menangkan Generasi Muda

Reporter : Insani
Ketua DPD Golkar Kota Malang terpilih, Joko Prihatin. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Timur, Adi Wibowo, menyampaikan pesan tegas dan strategis kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang terpilih, Joko Prihatin, usai penetapan hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Golkar Kota Malang. Pesan tersebut menekankan pentingnya persatuan internal, regenerasi kepengurusan, serta kesiapan menghadapi tantangan Pemilu 2029.

Dalam sambutannya, Adi Wibowo terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada Joko Prihatin atas amanah yang diemban. Ia menilai proses Musda Golkar Kota Malang telah melalui perjalanan panjang dengan dinamika yang tidak sederhana, namun tetap berada dalam koridor demokrasi Pancasila.

Baca juga: Ketua Golkar Bangkalan Terpilih Diuji Target 8 Kursi pada Pileg 2029

“Sekarang saatnya kita tidak lagi melihat ke belakang, tetapi memikirkan masa depan Kota Malang yang lebih baik,” ujar Adi, dalam sambutannya, Minggu, 14 Desember 2025.

Wali Kota Pasuruan itu menegaskan bahwa Musda bukan ajang pertarungan, melainkan forum musyawarah dan mufakat untuk melahirkan kepemimpinan terbaik. Perbedaan pandangan yang muncul selama proses, menurutnya, adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Kadang bertanding, kadang bersanding. Itulah demokrasi Pancasila,” katanya.

Adi meminta Joko Prihatin sebagai ketua terpilih untuk merangkul seluruh elemen partai tanpa kecuali. Ia menekankan bahwa soliditas dan kebersamaan merupakan kunci utama bagi Golkar Kota Malang untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

Tak hanya persoalan internal, Adi juga mengingatkan tantangan eksternal yang kian kompleks, termasuk persaingan antarpartai dan perubahan demografi pemilih. Ia menyebut sekitar 70 persen pemilih pada Pemilu 2029 berasal dari generasi Z.

“Ini pekerjaan rumah besar. Golkar harus hadir dengan wajah yang lebih segar agar dicintai anak muda,” ujarnya.

Dalam penyusunan struktur kepengurusan ke depan, Adi menegaskan pentingnya regenerasi kader. Ia mendorong agar minimal 40 persen kepengurusan diisi oleh generasi muda, serta 30 persen dialokasikan bagi keterwakilan perempuan. Menurutnya, kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui struktur DPD, tetapi juga melalui organisasi kemasyarakatan.

“Semua harus bekerja sesuai perannya masing-masing,” pungkasnya.

Baca juga: Pimpin Golkar Pamekasan, Imam Syafii Bidik 9 Kursi DPRD dan Perkuat Soliditas Kader

Sementara itu, Joko Prihatin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang setelah meraih dukungan 50 persen suara peserta Musda XI Golkar Kota Malang yang digelar di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (14/12/2025). Joko menjadi satu-satunya kandidat yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Prosesi penetapan berlangsung khidmat. Sekretaris Tim Musda, Yani Baehaqi, secara simbolis menyerahkan pataka Partai Golkar kepada Joko Prihatin, yang disambut tepuk tangan peserta Musda.

“Dengan mengucapkan bismillah, saya terima panji ini dan siap mengibarkannya di seluruh penjuru Kota Malang,” ucap Joko.

Dalam sambutan perdananya, Joko menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menjaga proses Musda tetap kondusif. Ia menyebut Musda XI sebagai momen bersejarah bagi Golkar Kota Malang.

“Ada rasa bangga, tetapi juga duka. Golkar kembali kita tanam ke tanah agar benih dan akarnya tumbuh kuat,” katanya.

Baca juga: Pimpin Golkar Kota Malang, Joko Prihatin Target Delapan Kursi di Pemilu 2029

Joko menegaskan komitmennya membangun Golkar Kota Malang yang lebih dinamis, inklusif, dan berkembang. Ia menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

“Insya Allah kita bisa menambah dua kursi lagi dan meningkatkan perolehan suara,” ujarnya.

Ia berharap Golkar dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Kota Malang yang maju, berkembang, dan berkelanjutan. Joko juga menyinggung panjangnya proses Musda yang berlangsung sejak Maret hingga Desember 2025 sebagai pelajaran penting dalam berorganisasi.

“Kita kembalikan Golkar Kota Malang kepada Allah SWT agar lebih maju, bangkit, dan berkembang,” tuturnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru