Jurnas.net - Di tengah upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera, peran mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) tampil berbeda. Belasan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) diterjunkan langsung sebagai tim pendamping teknis untuk membantu pemeriksaan dan pemulihan instalasi air bersih, kebutuhan krusial pascabencana.
Para mahasiswa tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A-1331 milik TNI Angkatan Udara (AU) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (20/12). Keberangkatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan terpadu antara TNI dan civitas akademika Unhan.
Baca juga: Dari Kampus ke Lumpur Bencana, Ribuan Praja IPDN Diterjunkan untuk Pemulihan Layanan Publik di Aceh
Di dalam pesawat, sebagian besar ruang kabin dipenuhi logistik bantuan. Ruang bagi personel sangat terbatas, sehingga para mahasiswa harus duduk di lantai pesawat, bahkan beberapa di antaranya saling memangku. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana.
“Kami berangkat ke Sumatera Utara untuk membantu pemeriksaan instalasi air,” kata salah satu mahasiswa perempuan Program Studi Rekayasa Sumber Daya Air (RSDA) FTTP Unhan, Minggu, 21 Desember 2025.
Baca juga: Polri Bangun 93 Sumur Bor di Aceh Tamiang, Akses Air Bersih Mengalir ke Sekolah dan Warga
Ia menjelaskan bahwa tugas utama mereka adalah memastikan sistem penyediaan air bersih dapat kembali berfungsi untuk masyarakat terdampak.
Pesawat Hercules A-1331 semula dijadwalkan lepas landas pukul 09.00 WIB, namun baru diberangkatkan sekitar pukul 12.00 WIB. Penundaan tersebut dilakukan untuk penataan ulang muatan agar seluruh bantuan logistik dapat diangkut secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.
Baca juga: Enam Titik Huntara Dibangun untuk Ratusan Warga Terdampak Bencana di Sumbar
Setibanya di Lanud Soewondo, Medan, para mahasiswa bersama tim akan melanjutkan perjalanan ke lokasi bencana. Di lapangan, mereka akan melakukan pemeriksaan teknis, pendampingan perbaikan, serta rekomendasi penanganan instalasi air bersih di wilayah terdampak.
Keterlibatan mahasiswa Unhan dalam misi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya mengandalkan bantuan darurat, tetapi juga dukungan keahlian teknis. Melalui peran tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan keilmuannya langsung untuk kepentingan kemanusiaan dan ketahanan masyarakat.
Editor : Prabu Narashan