Expose Kinerja 2025, KSOP Kelas II Gresik Lampaui Target Layanan dan PNBP

Reporter : Faizul
Kepala KSOP Kelas II Gresik Capt. Herbert EP Marpaung merilis capaian kinerja pelabuhan sepanjang tahun 2025. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sepanjang tahun 2025 mencatatkan hasil positif. Mulai dari capaian layanan kepelabuhanan hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP), seluruh indikator utama berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut dipaparkan Kepala KSOP Kelas II Gresik, Capt. Herbert EP Marpaung, dalam kegiatan Expose Kinerja Pelabuhan Tahun 2025 yang digelar di Aula Pelindo III Gresik, Rabu, 31 Desember 2025.

Baca juga: Ribuan Perantau dari Malaysia Mudik Nataru ke Bawean, KSOP Gresik Siagakan 101 Personel

Kegiatan tersebut dihadiri insan maritim, pemangku kepentingan, operator pelabuhan, perwakilan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), Terminal Khusus (Tersus), serta stakeholder terkait lainnya.

Dalam paparannya, Capt. Herbert menyebutkan total pelayanan KSOP Kelas II Gresik sepanjang 2025 mencapai 122.136 layanan, meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2024.

“Pelayanan ini meliputi kegiatan Seksi Status Hukum dan Sertifikat Kapal (SHSK), mulai dari pengawasan kapal, ramp check, penerbitan E-Pas Kecil, hingga akta pendaftaran kapal penangkap ikan,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada layanan Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Lala) serta Usaha Kepelabuhanan, mencakup pergerakan penumpang dan bongkar muat berbagai jenis komoditas, baik curah kering, curah cair, muatan umum, kayu log, besi pancang, hingga komoditas lainnya.

Total bongkar muat domestik dan internasional selama 2025 tercatat mencapai 32.739.262 ton, naik 2 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 31.966.030 ton.

Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Gresik pada 2025 mencapai 53.846 orang, meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 49.141 orang. Secara keseluruhan, total naik-turun penumpang mencapai 105.910 orang, atau meningkat 9 persen dari 2024.

Dari sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 9.833 kapal bersandar di Pelabuhan Gresik sepanjang 2025, meningkat 5 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 9.347 kapal.

Baca juga: Rumah sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati Tiba di Surabaya, PDIP Gelar Pengobatan Gratis

Capaian positif juga ditunjukkan dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP). KSOP Kelas II Gresik berhasil merealisasikan PNBP sebesar Rp71.211.701.787, atau 101,94 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp69.873.198.000.

Tak hanya fokus pada angka, KSOP Kelas II Gresik juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di antaranya program Selasa Kamis Ngukur, Gerai E-Pas Kecil, sosialisasi keselamatan pelayaran melalui pembagian life jacket kepada nelayan, program Ngopi Isuk bersama nelayan dan KLM, serta kolaborasi peningkatan kompetensi tenaga kerja pelabuhan.

“Inovasi lainnya adalah program Ojo Lali dan Media Monitoring sebagai bentuk respons cepat terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, guna mengoptimalkan tugas dan fungsi KSOP,” kata Herbert.

Dalam aspek pengawasan, KSOP Kelas II Gresik mengoperasikan Maritime Command Centre (MCC) untuk memantau pergerakan dan keselamatan kapal melalui aplikasi I-Motion Kemenhub, CCTV, pemantauan cuaca, serta komunikasi VHF dengan kapal dan terminal setiap hari.

Menjelang akhir tahun, KSOP Kelas II Gresik juga rutin mendirikan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta akan kembali melaksanakan posko serupa pada periode libur Idulfitri.

Sebagai evaluasi, Capt. Herbert menegaskan sejumlah fokus perbaikan di tahun 2026, antara lain peningkatan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, percepatan pelayanan, optimalisasi PNBP, penataan aset Barang Milik Negara (BMN), profesionalisme SDM, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Sementara itu, kinerja operator pelabuhan juga disampaikan oleh Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo. Ia menyebutkan tingkat pemanfaatan dermaga mencapai 65 persen dengan realisasi 50,59 persen, sedangkan pemanfaatan lapangan tercatat 70 persen dengan realisasi 55,80 persen.

“Kami berkomitmen terus meningkatkan fasilitas pelayanan kapal penumpang maupun barang di kawasan Pelabuhan Gresik,” tegasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru