Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis: Kekayaan Lokal Pertama di Indonesia

Reporter : Wulansari
Durian merah Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwnagi)

Jurnas.net - Kekhasan alam dan kearifan lokal Banyuwangi kembali mendapat pengakuan nasional. Durian Merah Banyuwangi resmi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG), menjadikannya durian pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan hukum berbasis asal wilayah.

Sertifikat IG tersebut diterbitkan oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, setelah melalui proses verifikasi panjang sejak pertama kali diajukan pada tahun 2023. Penetapan ini sekaligus menegaskan posisi Durian Merah Banyuwangi sebagai komoditas hortikultura unik yang tidak dimiliki daerah lain.

Baca juga: Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

“Alhamdulillah, sertifikat Indikasi Geografis Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Ini yang pertama di Indonesia untuk kategori durian merah,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis, 22 Januari 2026.

Ipuk menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pengakuan tersebut. Menurutnya, status IG bukan hanya simbol prestise, tetapi juga instrumen penting untuk melindungi petani, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai jual durian merah di pasar nasional maupun internasional.

Ia berharap pengakuan IG dapat memperkuat promosi Durian Merah Banyuwangi, meningkatkan produktivitas petani—khususnya di Kecamatan Songgon sebagai sentra utama—serta mendorong pertumbuhan wisata berbasis agro dan kuliner. “Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Durian ini sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain,” ajak Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa Durian Merah Banyuwangi (Durio zibethinus L.) memiliki keunikan pada warna daging buah merah, cita rasa khas, serta aroma kuat. Karakteristik tersebut terbentuk dari kombinasi faktor alam—seperti tanah, iklim, dan ketinggian wilayah—serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Saat Nyepi 18–20 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Durian merah Banyuwangi memiliki beberapa gradasi warna daging, mulai dari merah, merah pelangi, hingga merah semburat. Secara fisik, buah ini berbentuk bulat hingga lonjong, berkulit kuning kehijauan, memiliki 4–7 juring, ketebalan daging antara 4,2–18,5 milimeter, dengan porsi daging mencapai 41,7 persen.

“Dari sisi organoleptik, durian merah Banyuwangi memiliki aroma kuat, rasa manis dan pahit yang seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan dan vitamin C, dengan kadar lemak relatif rendah,” terang Ilham.

Ilham menambahkan, durian merah Banyuwangi tergolong durian langka. Saat ini, baru enam pohon induk yang terdaftar dalam dokumen IG, dengan estimasi produksi rata-rata mencapai empat ton per pohon.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp150 Ribu per Kg

Durian merah tersebut berasal dari enam varietas unggul nasional, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Keenam varietas ini dibudidayakan di sejumlah kecamatan, antara lain Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

Sejak 2015, Banyuwangi tercatat telah mendaftarkan 12 varietas durian lokal sebagai varietas unggul, dengan enam di antaranya merupakan durian merah. Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan total produksi sekitar 27.890 ton, tersebar di Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, dan Srono.

Ilham menyebutkan, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi telah diserahkan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Songgon sebagai lembaga pemegang hak perlindungan.
“Dengan perlindungan Indikasi Geografis ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi terlindungi secara hukum, tidak bisa dicuri, diklaim, atau disalahgunakan oleh pihak luar,” tegasnya.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru