Banyuwangi Pamerkan Inovasi Kesehatan di Forum Nasional: Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WhatsApp 24 Jam

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang sebagai pembicara dalam Leimena Conference 2026 di Jakarta. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang sebagai pembicara dalam Leimena Conference 2026 di Jakarta. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Berbagai inovasi layanan kesehatan yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat panggung di tingkat nasional. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang sebagai pembicara dalam Leimena Conference 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026, untuk memaparkan strategi penguatan layanan kesehatan primer berbasis puskesmas yang diterapkan di daerahnya.

Dalam forum yang digagas Kementerian Kesehatan tersebut, Ipuk tampil pada sesi Leaders Talk bersama sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, serta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Sesi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus.

Ipuk mengatakan, berbagai inovasi yang lahir di Banyuwangi berangkat dari tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, hingga infrastruktur layanan kesehatan.

"Kami menyadari masih banyak keterbatasan di daerah, baik dari sisi fiskal, SDM, maupun infrastruktur. Namun kondisi itu tidak membuat kami patah semangat. Justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam memperkuat layanan kesehatan primer," kata Ipuk.

Salah satu inovasi yang dipaparkan Ipuk adalah transformasi puskesmas menjadi Mal Orang Sehat, sebuah konsep yang mendorong masyarakat datang ke fasilitas kesehatan bukan hanya saat sakit, tetapi juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui pendekatan tersebut, Pemkab Banyuwangi ingin menggeser paradigma pelayanan kesehatan dari kuratif menjadi preventif sehingga penyakit dapat dideteksi lebih dini.

"Sebesar apa pun anggaran kesehatan tidak akan pernah cukup jika hanya difokuskan untuk mengobati. Karena itu kami memilih memperkuat langkah preventif. Program Mal Orang Sehat sudah kami jalankan sejak 2018 dan kini semakin kuat dengan sinergi Program Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah pusat," ujar Ipuk.

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, Banyuwangi juga menjalankan berbagai program pendukung, seperti pembentukan satuan tugas percepatan penurunan stunting, peningkatan gizi bagi ibu hamil dan balita, hingga Program Rantang Kasih untuk memenuhi kebutuhan gizi warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu yang hidup sebatang kara.

Inovasi terbaru yang diperkenalkan Banyuwangi adalah Oasis Wangi, layanan konsultasi kesehatan keluarga berbasis WhatsApp yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya. Program yang dikembangkan bersama Noora Health tersebut memungkinkan warga berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai persoalan kesehatan keluarga tanpa harus datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Layanan ini baru diluncurkan Menteri Kesehatan pekan lalu. Masyarakat bisa berkonsultasi secara gratis selama 24 jam penuh melalui WhatsApp dan langsung ditangani tenaga kesehatan," kata Ipuk.

Menurut dia, layanan digital tersebut melengkapi berbagai program jemput bola yang telah lebih dahulu dijalankan, seperti Jemput Bola Rawat Warga, yakni pelayanan kesehatan yang mendatangi masyarakat di wilayah terpencil, serta penyediaan armada kesehatan berbasis desa yang dapat difungsikan layaknya ambulans. Untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, Pemkab Banyuwangi juga melakukan pembagian tugas secara lebih terstruktur di tingkat puskesmas, sekaligus meningkatkan insentif bagi tenaga kesehatan.

"Kami membagi tugas secara lebih spesifik di puskesmas sekaligus memberikan tambahan insentif agar kesejahteraan tenaga kesehatan meningkat dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Ipuk.

Paparan Banyuwangi mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus. Menurut Benjamin, meningkatnya aktivitas pelayanan di puskesmas justru menjadi indikator bahwa upaya promotif dan preventif telah berjalan efektif. "Kalau beban pelayanan di puskesmas meningkat, itu artinya masyarakat mulai memanfaatkan layanan kesehatan primer. Ini menunjukkan upaya pencegahan di tengah masyarakat berjalan dengan baik," katanya.

Leimena Conference merupakan forum kesehatan nasional yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk akademisi, praktisi, dan pakar kesehatan dunia. Konferensi tersebut digelar untuk menghormati jasa Dr. Johannes Leimena, tokoh nasional yang pernah menjabat Menteri Kesehatan dan dikenal sebagai pencetus konsep puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di Indonesia.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Jurnas.net - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem antisipasi pencemaran air baku, setelah muncul keluhan…