PT SIER Catat Laba Bersih Rp188,8 Miliar pada 2025, Naik 56 Persen dan Dividen Terus Meningkat

Reporter : Insani
Gedung PT SIER di kawasan Rungkut Industri Kota Surabaya. (Humas PT SIER)

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menutup Tahun Buku 2025 dengan kinerja yang solid di tengah perlambatan ekonomi global dan tingginya dinamika sektor industri. Anggota Holding BUMN Danareksa tersebut berhasil mencatat pertumbuhan dua digit pada pendapatan maupun laba, yang ditopang oleh optimalisasi aset, ekspansi layanan logistik, transformasi digital, serta diversifikasi sumber pendapatan.

Kinerja tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025 yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Baca juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia, SIER Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Donor Darah

Sepanjang 2025, PT SIER membukukan pendapatan usaha sebesar Rp672,239 miliar, meningkat 15 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp585,847 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba usaha menjadi Rp202,479 miliar, atau tumbuh 46 persen secara tahunan.

Adapun laba bersih non-revaluasi tercatat mencapai Rp188,833 miliar, melonjak 56 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp121,379 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas pendapatan melalui pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Dari sisi neraca, fundamental perusahaan juga semakin kuat. Total aset meningkat dari Rp21,386 triliun menjadi Rp21,860 triliun, sedangkan posisi kas akhir tahun mencapai Rp621,594 miliar, memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis dan pengembangan kawasan industri.

Kinerja keuangan yang positif juga berdampak pada peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham. Dalam RUPS, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp76,8 miliar, meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp71,6 miliar. Tren kenaikan dividen tersebut telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi transformasi bisnis yang difokuskan pada optimalisasi aset, penguatan tata kelola perusahaan, dan pengembangan lini bisnis baru yang mampu menghasilkan pendapatan berulang.

"Kinerja ini menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan telah menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas. Fokus kami bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat fundamental perusahaan melalui optimalisasi aset, efisiensi operasional, serta peningkatan kepercayaan tenant dan investor," kata Rizka.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan berasal dari optimalisasi aset kawasan industri. Selama 2025, persewaan lahan PPTI seluas 16,39 hektare kepada delapan tenant menghasilkan pendapatan sebesar Rp263,93 miliar, mencerminkan tingginya permintaan terhadap kawasan industri yang dikelola PT SIER.

Baca juga: HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Khitan Massal Modern Tanpa Jahitan untuk Warga Sekitar Kawasan Industri

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025 yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta. (Humas PT SIER)

Di sisi lain, perusahaan mulai menuai hasil dari diversifikasi bisnis logistik. Gudang logistik enam chamber yang dibangun di kawasan industri telah mencatat tingkat okupansi 100 persen dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,97 miliar hingga akhir tahun. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan berulang (recurring income) yang akan terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas industri.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama perusahaan. PT SIER membangun jaringan fiber optic sebagai infrastruktur digital kawasan industri guna mendukung integrasi proses manufaktur berbasis data dan meningkatkan efisiensi operasional tenant.

Hingga akhir 2025, perusahaan telah menyelesaikan migrasi sebanyak 94 sambungan layanan internet. Selain memperkuat infrastruktur industri, PT SIER juga memperluas portofolio bisnis berbasis keberlanjutan.

Baca juga: SIER Selamatkan Mimpi dan Masa Depan Dua Bersaudara, Ijazah yang Tertahan Akhirnya Tertebus

Sertifikasi halal untuk fasilitas air daur ulang (recycle water) menjadi salah satu inovasi yang memberikan nilai tambah bagi tenant, khususnya industri yang membutuhkan kepastian standar higienitas dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Kontribusi bisnis berbasis lingkungan juga semakin signifikan. Melalui kerja sama pengelolaan limbah cair non-B3 dari luar kawasan industri, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp130,41 miliar hingga akhir 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Sebagai pengelola kawasan industri yang dimiliki PT Danareksa (Persero) sebesar 50 persen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 25 persen, dan Pemerintah Kota Surabaya 25 persen, PT SIER menilai prospek bisnis kawasan industri masih terbuka lebar seiring meningkatnya investasi manufaktur dan penguatan rantai pasok nasional.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan strategi transformasi melalui penguatan infrastruktur kawasan, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta optimalisasi aset untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. "Kami optimistis PT SIER akan terus memperkuat posisinya sebagai kawasan industri modern yang mampu menciptakan nilai tambah bagi investor, tenant, dan pemegang saham, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional," pungkas Rizka.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru