Sebelum Kick-off Soekarno Cup 2026, Pemain dan Penonton Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pemain, ofisial, panitia, mengheningkan cipta mendoakan korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa)
Para pemain, ofisial, panitia, mengheningkan cipta mendoakan korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa)

Jurnas.net – Rivalitas di lapangan hijau terhenti sejenak. Sebelum pertandingan Soekarno Cup 2026 dimulai pada Sabtu (15/8/2026), para pemain, ofisial, panitia, dan penonton bersama-sama mengheningkan cipta untuk mendoakan korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Momen tersebut berlangsung di sejumlah venue yang menjadi lokasi pertandingan Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. Para pemain dari dua kesebelasan yang akan bertanding berdiri berjejer di tengah lapangan.

Mereka menundukkan kepala dalam suasana hening, sementara penonton di tribun menghentikan sorakan dan memberikan penghormatan kepada para korban.

Gempa tektonik yang dilaporkan mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi itu membuat suasana kompetisi berubah sejenak. Sorak-sorai penonton yang biasanya mengiringi pertandingan berganti menjadi keheningan dan doa. Sejumlah penonton yang memiliki kerabat di NTT bahkan terlihat larut dalam suasana haru.

Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma’ruf, mengatakan prosesi tersebut merupakan bentuk solidaritas insan sepak bola terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi bencana.

"Di balik semangat kompetisi dan olahraga, ada rasa persaudaraan bangsa yang tak boleh terputus. Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini," kata Anang, yang juga merupakan legenda Timnas Indonesia.

Menurut Anang, olahraga tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan kekalahan. Di tengah kompetisi, terdapat nilai kemanusiaan yang dapat menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.

"Nilai kemanusiaan berada di atas persaingan olahraga. Hari ini kami semua memiliki rasa yang sama, yakni mendoakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," katanya.

Para pemain muda yang mengikuti Soekarno Cup 2026 pun mendapat pengalaman bahwa sepak bola bukan hanya tentang mengejar prestasi. Lapangan hijau juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi penyelenggara dan peserta, prosesi tersebut menjadi bagian dari semangat persaudaraan yang ingin dibangun melalui Soekarno Cup 2026. Setelah prosesi mengheningkan cipta selesai, pertandingan kembali dilanjutkan. Para pemain kembali bersiap menghadapi lawan masing-masing, sementara penonton kembali memberikan dukungan dari tribun.

Namun, beberapa menit sebelum kick-off tersebut meninggalkan pesan bahwa rivalitas dalam olahraga tidak pernah menghapus rasa kemanusiaan. Di tengah persaingan memperebutkan kemenangan, para pemain dan penonton Soekarno Cup 2026 memilih berhenti sejenak untuk mengingat mereka yang sedang menghadapi bencana.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…