Jurnas.net – Persoalan irigasi, distribusi pupuk subsidi, hingga kondisi jalan usaha tani menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, saat kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Athoillah atau Gus Atho, Kamis, 30 Juli 2026.
Reses yang berlangsung di Desa Kepuhpandak itu dihadiri puluhan warga, petani, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PKB, Akhmad Lutfhy Ramadhani. Sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang cukup besar di Kabupaten Mojokerto, masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur penunjang sektor pertanian agar produktivitas petani semakin meningkat.
Dalam dialog bersama para legislator, petani mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang membutuhkan normalisasi serta pembagian air yang dinilai belum optimal. Mereka juga meminta distribusi pupuk subsidi dilakukan secara lebih transparan dan tepat sasaran sehingga tidak menghambat aktivitas tanam.
Selain itu, warga mengusulkan pembangunan dan peningkatan kualitas Jalan Usaha Tani (JUT). Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen menuju pasar sekaligus menekan biaya distribusi.
Aspirasi lainnya yang mengemuka adalah perbaikan sistem drainase di kawasan permukiman dan area persawahan. Menurut warga, drainase yang memadai diperlukan untuk mengantisipasi genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi.
Tidak hanya sektor pertanian dan infrastruktur, kelompok perempuan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berharap adanya program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan, bantuan alat produksi, serta pendampingan akses permodalan.
Baca juga: Reses di Mojokerto, Anggota DPRD Jatim Sumardi Soroti Polindes dan Insentif Guru PAUD
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Akhmad Lutfhy Ramadhani menyatakan siap mengawal usulan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, terutama terkait pembangunan jalan desa dan perbaikan drainase lingkungan.
Sementara itu, Gus Atho menegaskan seluruh aspirasi yang berkaitan dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Jatim. Menurut dia, penguatan sektor pertanian harus menjadi perhatian karena Kutorejo merupakan salah satu daerah penyangga produksi pertanian di Kabupaten Mojokerto.
"Kutorejo ini salah satu daerah dengan potensi pertanian yang luar biasa di Kabupaten Mojokerto. Semua aspirasi dari warga Desa Kepuhpandak, mulai dari irigasi, jalan usaha tani, hingga alokasi pupuk, akan menjadi catatan pokok pikiran kami di DPRD Jatim agar program pembangunan daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Gus Atho.
Baca juga: Gus Atho’ Soroti Jalan Rusak dan Potensi Macet Wisata di Mojokerto–Jombang Jelang Lebaran
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana akrab dan dialogis. Di akhir acara, perwakilan tokoh masyarakat Desa Kepuhpandak menyerahkan dokumen berisi daftar usulan prioritas kepada Gus Atho dan Akhmad Lutfhy Ramadhani sebagai bahan tindak lanjut dalam pembahasan program pembangunan di tingkat pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Editor : Amal