Emil Dardak Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Jatim, DPP: Bukan Penunjukan Ketua Umum

Reporter : Insani
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron (tengah). (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi satu-satunya kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII yang digelar melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), Sabtu, 28 Agustus 2026.

Munculnya nama Emil sebagai calon tunggal disebut bukan karena penunjukan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Dukungan justru mengerucut dari para pemilik suara dalam Musdalub Demokrat Jatim.

Baca juga: Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Pemilik Suara Tentukan Ketua Baru

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, seluruh proses pencalonan di tingkat daerah tetap memberikan ruang kepada pemilik suara untuk menentukan figur yang akan memimpin Demokrat Jatim.

"Musyawarah Daerah ini calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara," kata Herman, di sela Musdalub Demokrat Jatim.

Menurut Herman, pemilik suara dalam Musda terdiri atas para Ketua DPC Partai Demokrat serta unsur organisasi sosial politik (orsospol) yang memiliki hak suara sesuai ketentuan organisasi.

Herman menegaskan DPP Demokrat tidak menggunakan diskresi Ketua Umum untuk menentukan calon Ketua DPD Demokrat Jatim. Menurut dia, keputusan mengenai figur ketua diserahkan kepada mekanisme organisasi di tingkat daerah.

"Sampai hari ini pelaksanaan Musda VII, kami tidak menggunakan diskresinya Ketua Umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah," ujarnya.

Dengan hanya terdapat satu kandidat, proses Musdalub dapat berlangsung lebih cepat. Namun, Herman mengingatkan bahwa agenda tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan ketua.

Menurut dia, pekerjaan yang lebih besar justru dimulai setelah Musda selesai, yakni membangun kembali konsolidasi organisasi Demokrat di seluruh Jawa Timur. "Kami tidak ingin Musda hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang, tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali," kata Herman.

Herman menilai Jawa Timur merupakan wilayah strategis bagi Demokrat. Selain memiliki jumlah penduduk besar, Jawa Timur juga menjadi salah satu basis suara utama partai tersebut. Ia menyebut Jawa Timur merupakan provinsi dengan pemilik suara Demokrat terbesar kedua setelah Jawa Barat.

Baca juga: Demokrat Gresik Gelar Lomba Rakyat dan Libatkan UMKM, Samwil: Yang Penting Kebersamaan

Herman mengingatkan Demokrat pernah mencatatkan capaian elektoral cukup kuat di Jawa Timur. Pada periode sebelumnya, Demokrat disebut pernah mengirim 27 kader ke DPR RI serta memperoleh 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur.

Menurut Herman, capaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi kepengurusan Demokrat Jatim ke depan. "Ini adalah sebuah prestasi yang apakah bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi," ungkapnya.

Karena itu, konsolidasi tidak hanya diarahkan pada tingkat DPD. Setelah Musdalub, Demokrat akan melanjutkan agenda organisasi melalui musyawarah cabang di tingkat kabupaten dan kota. Konsolidasi berjenjang tersebut dinilai penting untuk memastikan kepemimpinan baru tidak hanya menghasilkan perubahan struktur, tetapi juga memperkuat kembali mesin organisasi hingga tingkat bawah.

Kembalinya Emil sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Jatim berpotensi menimbulkan spekulasi mengenai arah politik partai menghadapi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2031. Namun, Herman menilai pembicaraan tersebut masih terlalu dini. "Pilgub itu nanti 2031 menurut saya masih jauh," katanya.

Menurut Herman, Demokrat saat ini memiliki prioritas yang lebih dekat, yakni memperkuat organisasi sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Jawa Timur. Partai Demokrat, kata dia, berkomitmen mendukung pemerintahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak agar program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Ribuan Peserta Padati Gerak Jalan Sumengko-Gredek, Kreativitas Jadi Penentu Kemenangan

"Bagi kami yang terpenting adalah kesuksesan yang bisa diraih oleh pasangan Bu Khofifah dan Mas Emil ke depan. Ini dari awal menjadi komitmen kami agar kami bisa turut mengawal dan sukses," tutur Herman.

Herman mengatakan keberhasilan pemerintah daerah menjadi bagian penting yang ingin dikawal Demokrat. Ia berharap program pembangunan di Jawa Timur tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan.

Menurut dia, sejumlah indikator menunjukkan kinerja pembangunan Jawa Timur berada dalam tren positif. "Jawa Timur termasuk yang pertumbuhan ekonominya sangat baik, kesejahteraannya meningkat, kesenjangannya menurun, tingkat pendidikan juga semakin baik," ujarnya.

Herman menilai capaian tersebut patut diapresiasi dan menjadi alasan bagi Demokrat untuk terus memberikan dukungan terhadap pemerintahan Khofifah-Emil. "Kami banggakan juga atas prestasi yang diraih oleh Ibu Khofifah dan Mas Emil," pungkasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru