18.680 Lembar Uang Palsu Rupiah Dimusnahkan BI DIY

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemusnahan uang palsu di Yogyakarta.
Pemusnahan uang palsu di Yogyakarta.

Jurnas.net - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY) memusnahkan belasan ribu lembar uang palsu rupiah. Pemusnahan itu dilakukan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Ditreskrimsus Polda DIY), dan seluruh unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) DIY yaitu Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY, Kejaksaan Tinggi DIY, dan Kantor Wilayah Kementerian Keuangan DIY. 

"Hari ini kami memusnahkan sebanyak 18.680 lembar uang rupiah palsu dengan cara dibakar," kata Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo pada Jumat, 28 Agustus 2026. 

Sudibyo mengatakan komitmen perlindungan mata uang rupiah tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Hal itu sekaligus bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat dan keamanan dalam bertransaksi menggunakan Rupiah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemusnahan Rupiah palsu di KPwBI DIY.

"Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah dan memberantas peredaran Rupiah palsu sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing," kata dia.

Uang palsu yang dimusnahkan terdiri dari berbagai pecahan, dari Rp100 ribu, Rp50 ribu, bahkan hingga yang terkecil Rp1000 hasil pengolahan di perbankan hingga laporan masyarakat dalam periode 2015 hingga 2025. Sudibyo mengatakan Bank Indonesia memiliki tugas dan kewenangan dalam melaksanakan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan dan pemusnahan. 

"Bank Indonesia juga memiliki tugas memberikan klarifikasi atas Rupiah yang diragukan keasliannya. Hasil klarifikasi disampaikan kepada pihak kepolisian melalui berita acara untuk ditindaklanjuti sampai kemudian barang bukti Rupiah yang dinyatakan palsu tersebut dimusnahkan sebagaimana halnya yang dilakukan bersama jajaran Botasupal DIY hari ini," ucapnya.

Ia menambahkan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah peredaran uang palsu. Bank Indonesia bersama unsur Botasupal senantiasa menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah dengan mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keaslian uang Rupiah kertas melalui metode 3D (dilihat, diraba, dan diterawang). 

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengedarkan kembali rupiah yang diketahui atau diragukan keasliannya dan segera melakukan klarifikasi kepada Bank Indonesia atau melaporkannya kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Selain memastikan keaslian Rupiah, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga kondisi fisik uang Rupiah melalui gerakan rawat rupiah dengan menerapkan 5 jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi. Perawatan Rupiah dengan baik akan menjaga kualitas fisik sehingga tetap mudah dikenali dan digunakan dalam kegiatan transaksi.

Berita Terbaru

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …