PCNU Garut Tegaskan Tetap Dukung Said Aqil sebagai Rais Aam PBNU

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rais Syuriah PCNU Garut KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani. (Istimewa)
Rais Syuriah PCNU Garut KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani. (Istimewa)

Jurnas.net — Dukungan terhadap KH Said Aqil Siroj untuk kembali menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) muncul dari jajaran Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut.

Rais Syuriah PCNU Garut KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan dirinya bersama jajaran Syuriah PCNU Garut telah memiliki sikap yang sama untuk mendukung Said Aqil sebagai Rais Aam dalam Muktamar ke-35 NU.

Pernyataan itu disampaikan KH Amin saat menjadi narasumber dalam Mimbar Muktamar NU yang digelar Suluh Nahdliyin bersama Gerakan Nahdliyin Bersatu dan Padasuka TV di Pondok Pesantren Al Maliki 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026.

Di hadapan peserta forum, KH Amin bahkan meminta agar sikap tersebut disampaikan secara luas. Ia menegaskan dukungan tersebut bukan keputusan yang dibuat menjelang Muktamar. "PCNU Garut, silakan diviralkan karena saya tidak mau berubah. Dari awal saya sepakat dengan jajaran Syuriah PCNU Garut," tegas KH Amin.

Menurut dia, dukungan tersebut bukan sekadar sikap personal sebagai Rais Syuriah, melainkan merupakan kesepakatan di lingkungan jajaran Syuriah PCNU Garut. KH Amin menjelaskan, struktur Syuriah PCNU Garut terdiri atas Rais Syuriah, tujuh Wakil Rais Syuriah, Katib, dan tujuh Wakil Katib. Menurut dia, jajaran tersebut telah menyatakan kesepakatan sejak awal untuk mendukung Said Aqil.

"Saya Rais Syuriah dengan Wakil Syuriah tujuh, dan Katib dengan Wakil Katib tujuh. Saya semua sepakat dari awal. Saya semua percaya, mudah-mudahan menjadi doa. Saya percaya kepada al-mukarram Buya Said Aqil Siroj," ujarnya.

Bagi KH Amin, dukungan tersebut lahir dari penilaian terhadap kapasitas dan pengalaman Said Aqil selama berada di lingkungan NU. Ia menilai Said Aqil memiliki kedalaman ilmu agama, pengalaman panjang di pesantren dan NU, serta pemahaman terhadap tradisi keilmuan dan dinamika organisasi.

Namun, menurut KH Amin, kapasitas Rais Aam tidak semestinya hanya diukur berdasarkan popularitas maupun pengalaman organisatoris. Seorang Rais Aam, kata dia, harus memiliki kualitas keilmuan, kefakihan, keluasan wawasan keislaman, pengalaman, keteguhan prinsip, sekaligus kemampuan menjadi rujukan bagi warga Nahdliyin.

"Rais Aam itu bukan hanya soal jabatan struktural. Harus ada kealiman, kefakihan, keluasan wawasan, pengalaman dan kemampuan menjadi rujukan bagi warga NU," katanya.

Dalam pandangannya, Said Aqil dinilai memiliki perpaduan kapasitas tersebut. KH Amin juga memberikan penekanan khusus terhadap posisi Rais Aam dalam struktur NU.

Menurut dia, Rais Aam memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan jabatan organisasi pada umumnya. Posisi tersebut berkaitan dengan otoritas keagamaan dan moral sehingga figur yang mendudukinya harus mampu menjadi rujukan dan memberikan kesejukan bagi warga NU.

Karena itu, ia menilai sosok Rais Aam idealnya bukan figur yang sekadar mengejar jabatan. "Yang saya tahu dari dulu tidak ada satu pun ulama kita yang mengajukan diri menjadi Rais Aam, tidak ada," katanya.

Menurut dia, tradisi tersebut menunjukkan bahwa posisi Rais Aam semestinya diberikan kepada figur yang dinilai layak dan dipercaya oleh para ulama serta warga Nahdliyin. Rais Aam, kata KH Amin, idealnya merupakan sosok yang dipandang sebagai guru dan tempat bertanya bagi warga NU.

"Jadi sosok itu adalah guru semua Nahdliyin, yang namanya memegang otoritas tertinggi, apalagi di spiritual, semuanya manut, semuanya sejuk, semuanya sami'na wa atha'na," ujarnya.

Pernyataan KH Amin menambah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Dukungan dari Rais Syuriah PCNU Garut tersebut sekaligus menunjukkan adanya preferensi di tingkat struktur NU daerah terhadap figur yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman panjang dalam organisasi.

Meski demikian, keputusan mengenai Rais Aam tetap berada dalam mekanisme Muktamar sesuai ketentuan organisasi. Bagi KH Amin, dukungan kepada Said Aqil bukan sekadar pilihan dalam kontestasi kepemimpinan.

Ia melihatnya sebagai ikhtiar untuk menghadirkan figur ulama yang mampu menjadi rujukan keagamaan, menjaga tradisi keilmuan NU, sekaligus merawat persatuan warga Nahdliyin. Ia pun kembali menegaskan bahwa sikapnya bersama jajaran Syuriah PCNU Garut tidak berubah. "Saya tidak mau berubah," tandas KH Amin.

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…