Jurnas.net — Program Jember Home Care menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember yang mendapat respons paling positif dari masyarakat. Meski baru berjalan sekitar dua bulan, tingkat kepuasan warga terhadap program layanan kesehatan tersebut mencapai 82,3 persen.
Temuan itu terungkap dalam survei terbaru Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) mengenai kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.
Baca juga: Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat Jatim Naik dari 7,1 Persen Jadi 12,5 Persen, Ini Faktornya
Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan, secara umum tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gus Fawait-Djoko selama sekitar satu setengah tahun memimpin Jember mencapai 80,7 persen. “Hasilnya 80,7 persen warga puas atas kinerja Gus Fawait-Djoko Susanto memimpin Jember,” kata Nanang saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Nanang, tingginya kepuasan tersebut salah satunya ditopang sejumlah program pemerintah daerah yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dari sejumlah program yang disurvei, Jember Home Care mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni 82,3 persen.
Nanang menyebut tingginya tingkat kepuasan terhadap Jember Home Care cukup menarik karena program tersebut relatif masih baru. Program layanan kesehatan ini baru berjalan sekitar dua bulan, tetapi sudah mendapat respons positif dari mayoritas responden.
“Jember Home Care ini primadona baru. Responden sangat puas dengan program Jember Home Care dan berharap Pemkab Jember terus melaksanakan program tersebut secara konsisten,” ujar Nanang.
Tidak hanya meminta program dipertahankan, masyarakat juga mendorong agar cakupan layanan diperluas. Warga berharap Jember Home Care tidak berhenti di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi mampu menjangkau masyarakat di pelosok Jember.
“Selain itu warga berharap jangkauan Jember Home Care semakin luas hingga pelosok-pelosok dan bisa melayani semaksimal mungkin,” katanya.
Menurut Nanang, masyarakat masih memberikan toleransi terhadap sejumlah kekurangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program. Hal itu karena Jember Home Care masih berada pada tahap awal implementasi. Dengan kata lain, tingginya kepuasan tersebut sekaligus menjadi modal bagi Pemkab Jember untuk memperbaiki dan memperluas layanan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Selain Jember Home Care, program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Jember juga memperoleh tingkat kepuasan tinggi. Sebanyak 81,5 persen warga menyatakan puas terhadap program tersebut.
Nanang mengatakan UHC Prioritas dinilai membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan akses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes). “Program ini dinilai berhasil oleh warga dan membantu warga, utamanya warga Jember, dalam mengakses kesehatan gratis di fasilitas kesehatan (faskes),” terangnya.
Meski mendapat respons positif, masyarakat masih menginginkan peningkatan kualitas pelayanan. Warga juga berharap cakupan pelayanan dapat diberikan secara maksimal kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Jember, termasuk warga dari luar daerah yang menetap di wilayah tersebut.
“Namun warga berharap layanannya terus ditingkatkan dan ingin semua warga Jember, termasuk warga luar yang tinggal di Jember, mendapat pelayanan maksimal,” kata Nanang.
Program lain yang mendapat perhatian masyarakat adalah Wadul Gus'e, kanal pengaduan yang menjadi salah satu sarana interaksi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Tingkat kepuasan warga terhadap program tersebut mencapai 79,8 persen.
Menurut Nanang, masyarakat mengapresiasi keberadaan kanal pengaduan tersebut, terutama karena sejumlah laporan disebut mendapat respons cepat dari Pemkab Jember. “Sebanyak 79,8 persen warga Jember puas dengan adanya kanal aduan Wadul Gus'e,” ujarnya.
Masyarakat, lanjut dia, berharap Gus Fawait tetap aktif berinteraksi dengan warga, baik melalui pertemuan langsung maupun kanal media sosial pemerintah daerah. “Warga ingin Gus Fawait terus berinteraksi dengan warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” katanya.
Nanang mengatakan masyarakat juga meminta frekuensi interaksi langsung kepala daerah dengan warga ditambah. Beasiswa Cinta Bergema Capai Kepuasan 78,1 Persen, Program pendidikan juga mendapat respons positif. Beasiswa Bupati Jember “Cinta Bergema” mencatat tingkat kepuasan masyarakat sebesar 78,1 persen.
Nanang mengatakan masyarakat berharap program tersebut dijalankan secara konsisten dan cakupan penerima manfaat diperluas. “Harapan warga konsisten dijalankan dan jangkauan penerima manfaat bisa ditambah karena masih banyak warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan,” jelasnya.
Tingginya tingkat kepuasan sekaligus menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap intervensi pemerintah di sektor pendidikan masih cukup besar, terutama bagi keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan hingga perguruan tinggi.
Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) juga memperoleh tingkat kepuasan yang cukup tinggi, yakni 77,9 persen. Menurut Nanang, masyarakat merasakan manfaat program tersebut karena membuat jarak antara kepala daerah dan warga menjadi lebih dekat. Namun, warga meminta frekuensi kunjungan ke desa-desa ditingkatkan.
“Warga puas karena merasa dekat dengan kepala daerahnya. Namun intensitasnya perlu ditambah lagi, karena wilayah Jember luas sekali, banyak wilayah-wilayah pelosok yang perlu dikunjungi,” ujar Nanang.
Hal ini menjadi catatan bagi Pemkab Jember agar program Bunga Desa tidak hanya menyasar wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau lebih banyak desa, terutama daerah yang selama ini relatif jauh dari pusat pemerintahan.
Di tengah tingginya kepuasan terhadap sejumlah program, ARCI juga mencatat masih terdapat program yang perlu diperkuat pelaksanaannya. Nanang menyoroti program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta yang dinilai masih membutuhkan penguatan dari sisi realisasi. “Untuk program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta perlu diperkuat realisasinya,” tandasnya.
Dengan demikian, hasil survei ARCI memperlihatkan dua sisi kinerja Pemkab Jember. Di satu sisi, sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memperoleh tingkat kepuasan tinggi. Di sisi lain, masyarakat masih memberikan sejumlah catatan, terutama terkait perluasan jangkauan, peningkatan intensitas pelayanan, konsistensi program, dan penguatan realisasi.
Survei ARCI dilakukan di Kabupaten Jember pada 18–28 Agustus 2026. Survei melibatkan 800 responden, dengan margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. ARCI menggunakan metode stratified random sampling dalam survei tersebut. Pendanaan survei disebut dilakukan secara mandiri.
Editor : Amal