Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Reporter : Insani
Teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The Enchanted Mermaid". (Istimewa)

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The Enchanted Mermaid". Atraksi yang menggabungkan seni tari, koreografi, dan pertunjukan bawah air ini menjadi pertunjukan mermaid dan underwater dance pertama di Kota Batu.

Pertunjukan tersebut merupakan hasil kolaborasi Coral Breeze Studio dengan Eco Active Park, salah satu destinasi wisata di bawah naungan Jatim Park Group. Pertunjukan perdana digelar pada Selasa (3/11/2026) dengan durasi sekitar 30 menit.

Baca juga: Liburan Kemerdekaan di Candi, dari Promo 81 Persen hingga Berbagai Perlombaan

Antusiasme pengunjung terlihat dari penuhnya kursi penonton yang ingin menyaksikan aksi para performer mermaid dan merman menampilkan koreografi artistik di dalam air.

Berbeda dari atraksi mermaid pada umumnya, The Enchanted Mermaid dikemas dalam konsep underwater theatrical performance. Konsep ini memadukan gerakan artistik, musik, koreografi, kostum, dan unsur cerita dalam satu rangkaian pertunjukan.

Melalui konsep tersebut, Coral Breeze Studio ingin memperkenalkan mermaiding bukan sekadar hiburan visual, melainkan juga bentuk seni pertunjukan yang membutuhkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kemampuan artistik.

Founder Coral Breeze Studio, Sylvia Tan, yang dikenal dengan nama Sylvia Coral Mermaid, mengatakan kolaborasi dengan Jatim Park Group menjadi kesempatan untuk memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan bawah air.

"Kami melihat Jatim Park Group terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi wisata. Melalui kolaborasi ini, Coral Breeze Studio ingin ikut berkontribusi dengan menghadirkan pertunjukan mermaid yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan keindahan seni bawah air kepada masyarakat luas," ujar Sylvia.

Sylvia menjelaskan, salah satu keunikan pertunjukan Coral Breeze Studio terletak pada pendekatan edukasi dan pengembangan talenta. Para performer yang tampil bukan sekadar mengandalkan kostum putri duyung, tetapi juga dibekali pelatihan khusus mengenai keterampilan mermaiding dan teknik gerakan di dalam air.

Persiapan pertunjukan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan koreografi, pemilihan musik, hingga penyesuaian kostum seperti mermaid tail dan berbagai aksesori pendukung.

Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan pertunjukan yang memiliki alur cerita sekaligus memberikan pengalaman visual bagi penonton.

Baca juga: Eri Cahyadi Siap Sulap Total Romokalisari Adventure Land untuk Kembalikan Daya Tarik Wisata Surabaya

"Kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang memiliki cerita dan makna. Bukan hanya menari di dalam air, tetapi juga menampilkan unsur seni dan budaya Indonesia melalui gerakan serta koreografi. Harapannya, anak-anak dan keluarga dapat menikmati hiburan sekaligus mengenal keindahan budaya kita," kata Sylvia.

Selain menyaksikan pertunjukan, pengunjung juga mendapat kesempatan berinteraksi dan berfoto bersama para performer mermaid melalui panel kaca akuarium. Pengalaman tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak karena mereka dapat melihat karakter putri duyung dari dekat, seolah-olah bertemu langsung dengan tokoh fantasi dari dunia bawah laut.

Kehadiran atraksi ini diharapkan dapat memperkaya pilihan hiburan keluarga di Eco Active Park yang mengusung pengalaman wisata berbasis edukasi alam dan interaksi satwa. Coral Breeze Studio tidak hanya berfokus menghadirkan pertunjukan mermaid di destinasi wisata. Studio tersebut juga berupaya membangun ekosistem pengembangan talenta melalui program pelatihan dan edukasi mermaiding.

Bagi Sylvia, mermaiding merupakan perpaduan antara olahraga air, ekspresi seni, dan pengembangan keterampilan individu. Melalui program tersebut, Coral Breeze Studio ingin mencetak performer mermaid dan merman profesional yang memiliki kemampuan teknis, kreativitas, serta kesiapan tampil dalam berbagai pertunjukan.

Pengembangan talenta juga diarahkan untuk membuka peluang lebih luas, termasuk mengikuti kompetisi mermaiding di tingkat internasional. Sylvia berharap kehadiran Coral Breeze Studio dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan pengelola destinasi wisata, akuarium, serta pelaku industri kreatif di berbagai daerah.

Baca juga: Jam Operasional Candi Prambanan dan Borobudur Lebih Panjang Saat Libur Lebaran

"Harapan saya, semakin banyak masyarakat mengenal mermaiding sebagai sebuah seni yang memiliki nilai lebih. Kami ingin menciptakan lebih banyak talenta, memberikan mereka ruang untuk berkarya, dan menghadirkan pertunjukan bawah air di berbagai destinasi," ujarnya.

Menurut Sylvia, dunia bawah air memiliki potensi besar untuk menjadi ruang ekspresi kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi bentuk hiburan sekaligus seni pertunjukan. "Karena bagi kami, dunia bawah air juga merupakan panggung untuk mengekspresikan kreativitas dan mewujudkan mimpi," tuturnya.

Melalui kolaborasi dengan Eco Active Park Jatim Park Group, Coral Breeze Studio berharap The Enchanted Mermaid dapat menjadi salah satu alternatif atraksi wisata kreatif yang menggabungkan hiburan, seni, dan edukasi.

Inovasi ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan mermaiding kepada masyarakat luas serta membuka ruang pengembangan seni pertunjukan bawah air di Indonesia.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru