Jurnas.net - Sekjend DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, menyebut ada cawe-cawe kekuasaan ikut campur dalam Pilkada serentak di Jawa Timur 2024. Bahkan, pihak kekuasaan membuat manuver demi memenangkan jagoannya pada Pilkada 2024 ini.
"Sangat jelas, ada cawe cawe kekuasaan," kata Hasto, usai rapat dengan Pengurus DPD PDIP Jatim di Surabaya, Sabtu, 7 September 2024.
Baca juga: Hasto Jadikan Amnesti sebagai Refleksi Demokrasi Nasional: Terima Kasih ke Megawati dan Prabowo
Sayangnya Hasto enggan mengungkap siapa pihak kekuasaan yang dimaksud. Hasto hanya membenarkan ketika awak media bertanya, apakah 'Mulyono' yang dimaksud ikut cawe cawe tersebut. "Iya jelas lah. Sangat jelas itu," ujarnya.
Baca Juga : Risma-Gus Hans Resmikan Posko Aspirasi Wilayah Surabaya Raya
Pada Pilkada serentak ini, Hasto menyebut pihak kekuasaan mencoba melakukan manufer di tingkat pusat, yang ikut turun hingga tingkat daerah. Namun Hasto mengklaim PDIP tetap solid, hingga akhirnya memunculkan daya gerak dan rasa optimisme seluruh kader untuk menang.
Baca juga: 22 Paslon Ditetapkan Pemenang Pilkada Jatim dan 17 Sisanya Masih Menanti Putusan MK
"Melalui dukungan rakyat, kita berhadapan dengan manufer kekuasaan untuk cawe-cawe di dalam pilkada untuk memunculkan daya gerak, dan rasa optimisme untuk menanh," pungkasnya.
Seperti diketahui, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans) diusung PDIP dan Hanura pada Pilgub Jatim 2024. Ia akan bersaing melawan pasangan yang diusung PKB, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim.
Baca juga: Pilkada Serentak 2024 di 15 Daerah Jatim Diajukan Gugatan ke MK
Selain itu, Risma-Gus Hans juga harus mengalahkan petahana jika ingin memenangkan Pilgib Jatim 2024. Yaitu paslon petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, yang diusung oleh koalisi besar 15 partai.
Adapun 15 partai itu yakni PAN, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PSI, PKS, Perindo, Nasdem, Partai Buruh, Partai Gelora, PBB, PKN, Partai Garuda dan Partai Prima (tak lolos verifikasi).
Editor : Redaksi