22 Paslon Ditetapkan Pemenang Pilkada Jatim dan 17 Sisanya Masih Menanti Putusan MK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisioner KPU Jawa Timur menggelar jumpa pers terkait Pilkada serentak 2024. (Insani/Jurnas.net)
Komisioner KPU Jawa Timur menggelar jumpa pers terkait Pilkada serentak 2024. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sebanyak 22 Komisi Pemilihan Umum di kabupaten/kota Jawa Timur menetapkan 22 pasangan calon (paslon) kepala daerah sebagai pemenang Pilkada 2024, Kamis, 9 Januari 2025. Sementara 17 paslon sisanya masih harus menunggu keputusan sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pada hari ini (Kamis), 22 KPU kabupaten/kota telah menetapkan pasangan calon pemenang Pilkada berdasarkan hasil rekapitulasi suara," kata Komisioner KPU Jatim, Choirul Umam, dikonfirmasi.

Berdasarkan data KPU Jawa Timur, 22 paslon yang telah ditetapkan sebagai pemenang berasal dari berbagai daerah, yaitu Pacitan, Trenggalek, Blitar, Kediri, Lumajang, Jember, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Kota Kediri, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih Kota Surabaya Pada Pilkada Serentak 2024 Terendah Se- Jatim

Kata Umam, penetapan ini merujuk pada Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) Pilkada 2024 yang diterbitkan oleh MK. Hingga saat ini, sebanyak 22 BRPK telah diterbitkan.

Sementara itu, 17 BRPK lainnya, termasuk untuk Pilgub Jatim, masih belum diterbitkan. Hal ini disebabkan proses rekapitulasi suara yang masih berada dalam tahap sengketa di MK. "Sidang penyelesaian sengketa telah dimulai sejak Rabu kemarin, dan saat ini masih berlangsung," katanya.

Sementara mengenai jadwal putusan sidang, Umam mengatakan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan hakim persidangan. "Kami belum tahu kapan putusan akan keluar. Semuanya tergantung pada hasil sidang yang sedang berjalan," tandasnya.

Berita Terbaru

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 05:14 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman meraih hasil minor saat menjamu Madura United pada pekan kedua Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa…

Rayakan 34 Tahun, Ina Cookies Cari Kreasi Kukis dari Bahan Lokal lewat Sayembara Cipta Rasa

Rayakan 34 Tahun, Ina Cookies Cari Kreasi Kukis dari Bahan Lokal lewat Sayembara Cipta Rasa

Sabtu, 12 Sep 2026 22:42 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:42 WIB

Jurnas.net - Perayaan 34 tahun perjalanan Ina Cookies sebagai salah satu merek kukis keluarga Indonesia dilakukan dengan cara berbeda. Untuk pertama kalinya,…

Ibu Hamil di Bawean Butuh Rujukan: Tak Ada Dokter Spesialis, Kapal Tak Berlayar dan Tiket Pesawat Penuh

Ibu Hamil di Bawean Butuh Rujukan: Tak Ada Dokter Spesialis, Kapal Tak Berlayar dan Tiket Pesawat Penuh

Sabtu, 12 Sep 2026 17:19 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 17:19 WIB

Jurnas.net - Akses layanan kesehatan rujukan kembali menjadi persoalan bagi warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seorang ibu hamil berusia 39…

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…