Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HRM Khalilur R Ab. S atau Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)
HRM Khalilur R Ab. S atau Gus Lilur. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S atau Gus Lilur kembali mengangkat gagasan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”. Menurut Gus Lilur, menjadi warga NU tidak selalu harus diwujudkan dengan berada di dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bagi dia, keber-NU-an lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankan ajaran Islam, mengikuti tradisi keilmuan dan keagamaan yang diwariskan para ulama NU, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. "Saya membuat istilah ber-NU tanpa ber-PBNU ini Januari 2022, saat itu saya dikecam dan dinyinyirin banyak orang," kata Gus Lilur, Senin, 14 September 2026.

Ia mengatakan, gagasan tersebut kembali relevan setelah melihat dinamika internal NU dalam beberapa tahun terakhir. Gus Lilur mengaku pertama kali memperkenalkan istilah “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU” pada Januari 2022.

Saat itu, ia mengklaim mendapat kritik dan sindiran dari sejumlah pihak. Namun, menurut dia, perkembangan dinamika organisasi setelah Muktamar ke-34 NU di Lampung membuat gagasan tersebut kembali menjadi perbincangan.

Ia menyoroti perselisihan di antara sejumlah elite organisasi, munculnya polemik internal, hingga persoalan pergantian atau pemberhentian sejumlah pengurus. Menurut Gus Lilur, kondisi tersebut membuat sebagian warga NU merasa prihatin.

“Faktanya mengada: Mandataris Muktamar ke-34 Lampung berantem, saling buka borok sendiri, saling pecat, semua Warga NU malu pada kelakuan mereka yang di PBNU: BER-NU TANPA BER-PBNU tak lagi dinyinyiri,” ujarnya.

Gus Lilur kemudian kembali menyampaikan slogan tersebut setelah Muktamar ke-35 NU digelar di PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. “Pasca Muktamar ke-35 di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, saya kembali melontarkan slogan serupa: BER-NU TANPA BER-PBNU,” katanya.

Ia menyebut muncul sejumlah variasi ungkapan di tengah masyarakat, seperti “Ber-NU selamanya ber-PBNU sekedarnya”, “Ber-NU saklawase ber-PBNU sak cukupè”, dan “Ber-NU saklawasè ber-PBNU sekedarè”.

Gus Lilur menjelaskan bahwa istilah “ber-NU” yang dimaksudnya tidak identik dengan keanggotaan seseorang dalam struktur PBNU. Ia memandang keber-NU-an sebagai praktik keberagamaan yang berlandaskan tradisi keilmuan yang selama ini berkembang di kalangan ulama NU. “Ber-NU bagi saya adalah beragama Islam dengan cara NU,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat tiga prinsip yang ia sebut merepresentasikan cara beragama NU, yakni bermadzhab Syafi’i, berakidah Asy’ariyah, serta bertasawuf dengan mengikuti tradisi Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali. Gus Lilur menilai ketiga prinsip tersebut tetap dapat diamalkan seseorang meskipun tidak menjadi bagian dari struktur PBNU.

“Mengamalkan tiga cara beragama sesuai ajaran NU di atas tidak perlu ber-PBNU. Para kiai alim NU sudah mengajarkan kami hal tersebut,” katanya.

Dengan pandangan itu, ia ingin membedakan antara identitas dan tradisi keagamaan NU dengan struktur organisasi PBNU. Di sisi lain, Gus Lilur juga mengaitkan sikapnya dengan kritik terhadap kepemimpinan PBNU, khususnya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Ia mempertanyakan kapasitas keilmuan Rais Aam dengan merujuk pada dua pidato yang menurut penilaiannya bermasalah. Kedua pidato tersebut yakni pidato penutupan Musyawarah Nasional-Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU di Bangkalan dan pidato pembukaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Gus Lilur mengatakan, dirinya meminta tim membuat dua video yang menampilkan seorang anak tingkat ibtidaiyah bernama Siti untuk mengomentari kedua pidato tersebut. “Dua video Siti tersebut saya yang bikin, saya minta tim saya untuk membuat video tersebut,” ujarnya.

Gus Lilur memberikan penilaian keras terhadap isi pidato yang menjadi objek kritiknya. “Video itu fakta dan bukti bahwa Rais Aam PBNU awam dan tidak punya kapasitas bahkan tidak layak disebut kiai melainkan ngiyai – berakting ala kiai. Memalukan,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian dan tudingan Gus Lilur terhadap Rais Aam PBNU. Namun, tudimgan itu belum terkonfirmasi oleh KH Miftachul Akhyar, atas tudingan tersebut, dalam pernyataan yang disampaikan Gus Lilur.

Gus Lilur juga mengklaim pernah menyampaikan kritik terhadap pidato Rais Aam tersebut melalui sejumlah media. “Bahkan kesalahan pidato Rais Aam di penutupan Konbes-Munas NU di Bangkalan tersebut saya rilis di 80 media: Rais Aam awam, plagiat, salah pasang harkat. Silakan digoogle,” ujarnya.

Menurut Gus Lilur, kritik tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mengambil jarak dari struktur kepemimpinan PBNU. Namun, ia menegaskan bahwa mengambil jarak dari struktur PBNU tidak sama dengan meninggalkan NU.

Ia mengatakan tetap menempatkan dirinya sebagai bagian dari warga NU dan mempertahankan hubungan dengan tradisi keilmuan NU yang selama ini dipelajarinya dari para kiai. “Karena Rais Aam awam, saya yang berguru pada banyak kiai alim di NU menolak dipimpin kiai awam: Ber-NU tanpa ber-PBNU,” kata Gus Lilur.

Gagasan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU” yang kembali disampaikan Gus Lilur setelah Muktamar ke-35 pada akhirnya menempatkan persoalan keber-NU-an pada dua ranah yang berbeda. Di satu sisi, NU memiliki struktur organisasi dengan kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah. Di sisi lain, terdapat tradisi keagamaan dan keilmuan yang hidup di tengah masyarakat dan diwariskan melalui pesantren serta para kiai.

Gus Lilur memilih menekankan ranah kedua.
Bagi dia, seseorang tetap dapat menjalankan tradisi keagamaan NU tanpa harus memiliki posisi ataupun keterikatan dengan struktur PBNU. “Warga NU, Kyai Kampung. Salam Amar Makruf Nahiy Mungkar,” ujar Gus Lilur mengakhiri pernyataannya.

Berita Terbaru

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme sebagai…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…