Jurnas.net - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Lamongan terpaksa dihentikan sementara setelah insiden belasan siswa diduga mengalami keracunan usai menyantap menu dari program tersebut. Kejadian ini sontak membuat geger lingkungan sekolah.
Penghentian distribusi MBG akan berlangsung hingga pekan depan. Langkah itu diambil sembari menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan dan air yang telah diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.
Baca juga: Presiden Prabowo Sambangi Korban Tabrakan Mobil SPPG, Janji Kirim Bubur Ayam untuk Siswa
Kepala SMAN 2 Lamongan, Sofyan Hadi, menegaskan pihaknya tidak menemukan indikasi makanan basi dalam menu MBG yang dibagikan di sekolah. "Saya tanyakan langsung kepada anak-anak, mereka menyebut makanan yang kemarin dalam kondisi layak dan baik, tidak ada yang basi,” jelas Sofyan, Jumat, 19 September 2025.
Baca Juga : Gizi Jadi Krisis: Menu Makan Bergizi Gratis Enam Sekolah di Bangkalan Diduga Basi
Baca juga: Dapur MBG Beralih Fungsi Jadi Infrastruktur Pangan Darurat Pengungsi Korban Bencana Sumatra
Ia menjelaskan pasca insiden tersebut, tim Dinkes langsung turun untuk mengambil sampel makanan dan air di kantin sekolah. Hasil laboratorium inilah yang akan menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Lingkungan sekolah SMAN 2 Lamongan selama ini bersih dan sehat. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium yang menjadi dasar tindak lanjut,” tambahnya.
Baca juga: BGN Berikan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Mitra Program MBG
Meski penyaluran MBG dihentikan sementara, pihak sekolah tetap mengimbau siswa agar menjaga kesehatan dan kebersihan diri. “Kami meminta siswa untuk selalu menjaga kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir sebelum makan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi