Jurnas.net - Intervensi gizi bagi masyarakat merupakan langkah strategis untuk menyiapkan masa depan generasi Indonesia. Hal itu diutarakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus, dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada hari Jumat 6 Maret 2026.
Pada kegiatan yang turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Poltak Sianturi serta Kasubag TU KPPG Medan Erdianta Sitepu tersebut, Sihar menekankan bahwa gizi tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang, tetapi juga sangat menentukan tumbuh kembang anak, kemampuan berpikir, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Program pemenuhan gizi harus dijalankan dengan pengelolaan yang baik, mulai dari data yang akurat, distribusi yang tepat waktu, hingga pengawasan dapur yang memenuhi standar higienitas,” ujar Sihar dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Maret 2026.
Ia juga mendorong, agar pengawasan kualitas makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas makanan yang aman, bergizi, dan tepat sasaran bagi penerima manfaat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus, dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara,
Sihar mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengelola dapur, mitra pelaksana hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kualitas pelaksanaan program agar benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Toba.
Sementara itu, Poltak Sianturi menyampaikan bahwa pemenuhan gizi seimbang sangat penting bagi anak-anak sekolah karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar mereka.
Di sisi lain, Erdianta Sitepu menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor pendidikan dan ekonomi.
Program ini mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal serta membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, pelaku usaha pangan, dan UMKM di daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesehatan serta kualitas generasi muda Indonesia.
Editor : Budi Warsito