Pemkot Surabaya Pasang Foto Jukir di 819 Titik Parkir Digital, Warga Diminta Awasi dan Tolak Jukir Tak Resmi

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dishub Surabaya menunjukkan foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital Tepi Jalan Umum (TJU) di seluruh Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Dishub Surabaya menunjukkan foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital Tepi Jalan Umum (TJU) di seluruh Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat program digitalisasi parkir dengan menghadirkan sistem identifikasi petugas yang lebih transparan. Salah satu langkah yang kini dijalankan adalah memasang foto juru parkir (jukir) resmi pada rambu parkir digital Tepi Jalan Umum (TJU) di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan memudahkan masyarakat mengenali petugas parkir yang bertugas, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan publik untuk mencegah praktik parkir liar dan penyalahgunaan atribut petugas oleh pihak yang tidak berwenang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan pemasangan foto jukir merupakan bagian integral dari transformasi sistem parkir menuju layanan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

"Kami memulai program digitalisasi parkir. Salah satu rangkaiannya adalah memberikan identitas lengkap berupa foto petugas parkir yang dipasang pada rambu kawasan parkir digital sehingga masyarakat dapat mengetahui secara langsung siapa petugas resmi yang bertugas di lokasi tersebut," kata Trio, saat meninjau pemasangan foto jukir di kawasan parkir digital Taman Apsari Surabaya, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Dishub Surabaya menerjunkan lima tim yang disebar ke wilayah Surabaya Timur, Utara, Selatan, Barat, dan Pusat. Setiap tim bertugas melakukan pendataan, verifikasi identitas, pemotretan langsung di lokasi, hingga mencetak dan memasang foto pada rambu parkir digital.

"Kami datang ke lokasi, mengidentifikasi petugas parkirnya, melakukan pemotretan, kemudian foto dicetak, dilaminasi, dan dipasang pada rambu kawasan parkir digital," ujarnya.

Menurut Trio, keberadaan foto petugas pada rambu parkir digital akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan layanan parkir. Warga dapat langsung mencocokkan identitas petugas yang bertugas dengan foto yang terpasang pada rambu.

Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga bagian dari mekanisme kontrol sosial yang membantu menjaga ketertiban dan keabsahan petugas parkir di lapangan.

"Semua warga yang memarkirkan kendaraan dapat melihat foto petugas yang tertera pada rambu. Apakah petugas yang bertugas sesuai dengan identitas yang dipasang atau tidak," jelasnya.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara foto pada rambu dan petugas yang berada di lokasi, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan darurat 112 maupun kanal pengaduan resmi Dishub Surabaya.

"Kami minta masyarakat untuk menegur dan melaporkan apabila petugas yang bertugas tidak sesuai dengan identitas yang tercantum pada rambu digital. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti dengan cepat," tegas Trio.

Dishub Surabaya menargetkan pemasangan foto petugas di seluruh kawasan parkir digital yang tersebar di Kota Pahlawan. Total terdapat 819 titik lokasi parkir digital TJU yang menjadi sasaran program tersebut.

Proses pemasangan dilakukan secara bertahap dan dipercepat hingga akhir pekan. Jika seluruh titik belum selesai dalam waktu yang ditentukan, pengerjaan akan dilanjutkan hingga seluruh lokasi terpasang identitas petugas secara lengkap.

Selain memperkuat pengawasan, pemasangan foto juga menjadi langkah preventif untuk menekan potensi penyalahgunaan seragam atau atribut jukir oleh oknum yang tidak memiliki kewenangan. "Ini merupakan salah satu bentuk transparansi sekaligus upaya pencegahan agar tidak ada pihak lain yang mengaku sebagai petugas parkir resmi," katanya.

Bahkan, Trio secara tegas meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembayaran parkir apabila petugas yang berada di lokasi tidak sesuai dengan identitas yang terpasang pada rambu digital. "Kalau fotonya tidak sesuai atau petugasnya berbeda dengan yang tertera pada rambu, masyarakat berhak menolak melakukan pembayaran parkir," ujarnya.

Di sisi lain, Dishub Surabaya juga terus mendorong masyarakat mendukung transformasi sistem parkir melalui penggunaan metode pembayaran non-tunai. Menurut Trio, keberhasilan digitalisasi parkir tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna layanan.

Karena itu, ia mengajak warga Surabaya untuk mulai meninggalkan transaksi tunai dan beralih ke sistem pembayaran digital demi menciptakan tata kelola parkir yang lebih transparan, tertib, dan bebas dari potensi kebocoran pendapatan daerah.

"Kami mohon dukungan seluruh warga Kota Surabaya. Program digitalisasi parkir akan berjalan optimal apabila masyarakat ikut berpartisipasi dengan menggunakan pembayaran non-tunai. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, sistem parkir yang transparan dan akuntabel dapat benar-benar terwujud," pungkasnya.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …