KAHMI Jatim Gelar Lomba Karya Ilmiah dan Desain Logo Muswil 2026, Ajak Pelajar hingga Alumni Beradu Gagasan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretariat MW KAHMI Jawa Timur berpusat di Kota Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Sekretariat MW KAHMI Jawa Timur berpusat di Kota Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur, menjadikan rangkaian Gebyar Muharam sebagai momentum memperkuat tradisi intelektual di kalangan alumni HMI dan generasi muda. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur pada 25-27 September 2026 di Trawas, Mojokerto, KAHMI Jatim menggelar lomba karya tulis ilmiah dan desain logo Muswil dengan total hadiah belasan juta rupiah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya KAHMI Jatim untuk memastikan Muswil tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan, pemikiran, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Koordinator Presidium MW KAHMI Jawa Timur, Agus M. Fauzi, mengatakan bahwa tradisi intelektual merupakan salah satu identitas utama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang harus terus dirawat dan dikembangkan, baik oleh kader maupun alumni.

Karena itu, melalui Gebyar Muharam yang menjadi salah satu tahapan menuju Muswil 2026, KAHMI Jatim menghadirkan kompetisi karya ilmiah sebagai wadah bagi para alumni untuk menuangkan ide, kritik, maupun gagasan konstruktif mengenai organisasi dan kehidupan kebangsaan.

"Kami ingin menghadirkan karya-karya intelektual dari para alumni HMI. Selama ini HMI dikenal sebagai organisasi yang melahirkan banyak pemikir, akademisi, birokrat, politisi, dan profesional. Tradisi itu harus terus hidup melalui budaya menulis dan melahirkan gagasan," kata Agus, Senin, 1 Juni 2026.

Dosen Program Magister Sosiologi FISIPOL UNESA itu, mengatakan bahwa lomba karya tulis ilmiah tersebut terbuka bagi keluarga besar HMI, dengan tema yang memberi keleluasaan peserta untuk menelaah perjalanan, kontribusi, tantangan, maupun masa depan HMI dari berbagai perspektif.

Panitia tidak hanya mencari tulisan yang menarik dibaca, tetapi juga karya yang memiliki kedalaman analisis, landasan ilmiah yang kuat, dan menawarkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. "Kami ingin karya yang benar-benar ilmiah, memiliki referensi yang jelas, menghadirkan kebaruan gagasan, serta jauh dari praktik plagiarisme. Ini bukan sekadar lomba esai biasa, tetapi upaya membangun budaya intelektual yang berkualitas," tegasnya.

Selain menyasar alumni HMI, lanjutnya, KAHMI Jatim juga membuka ruang bagi kalangan pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa semester awal untuk berpartisipasi dalam lomba karya tulis ilmiah tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari proses pengenalan HMI kepada generasi muda sejak dini.

Melalui kompetisi tersebut, peserta diajak melihat bagaimana HMI berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta berperan dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai sektor strategis.

"Kami ingin adik-adik SMA dan mahasiswa baru mengenal HMI lebih dekat. Harapannya ketika mereka memasuki dunia kampus, mereka sudah memahami nilai-nilai perjuangan, tradisi intelektual, dan kontribusi HMI bagi bangsa dan negara," jelasnya.

Tak hanya lomba karya tulis, Agus menyebut panitia juga membuka kompetisi desain logo Muswil yang dapat diikuti masyarakat umum. Kompetisi tersebut diharapkan mampu melibatkan lebih banyak kalangan dalam menyukseskan Muswil KAHMI Jawa Timur 2026.

Agus menjelaskan, rangkaian Gebyar Muharam sendiri merupakan bagian dari tahapan menuju Muswil, yang sebelumnya diawali dengan Safari Ramadan di tujuh klaster wilayah Jawa Timur. Melalui berbagai kegiatan tersebut, KAHMI Jatim ingin memastikan seluruh proses menuju Muswil berjalan secara partisipatif dan melibatkan sebanyak mungkin elemen alumni maupun masyarakat.

Selain kegiatan intelektual, Gebyar Muharam juga akan diisi dengan doa bersama untuk keluarga besar HMI yang sedang menunaikan ibadah haji. Menurut Agus, kegiatan spiritual tersebut menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kebersamaan di lingkungan alumni HMI.

"Muswil bukan hanya soal memilih pemimpin baru, tetapi juga bagaimana memperkuat persaudaraan, membangun tradisi intelektual, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu kami ingin seluruh rangkaian kegiatan menuju Muswil memiliki nilai keilmuan, nilai sosial, dan nilai kebangsaan," ujarnya.

Ia berharap lomba karya tulis dan desain logo yang digelar dalam rangkaian Gebyar Muharam itu, mampu melahirkan ide-ide segar dari kalangan alumni maupun generasi muda, sekaligus memperkuat posisi KAHMI sebagai rumah besar kaum intelektual yang terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Total hadiah yang kami siapkan mencapai belasan juta rupiah. Namun yang lebih penting adalah lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi organisasi, daerah, dan Indonesia," pungkas Agus.

Berita Terbaru

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Jurnas.net — Arus investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan baru: memastikan t…

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Jurnas.net- PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul pada Sabtu, 29 Agustus 2026.…

Sentil Cak Imin soal NU Terpuruk karena Alumni HMI, Arief Rosyid: NU Bukan Milik Muhaimin Iskandar

Sentil Cak Imin soal NU Terpuruk karena Alumni HMI, Arief Rosyid: NU Bukan Milik Muhaimin Iskandar

Minggu, 30 Agu 2026 12:42 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 12:42 WIB

Jurnas.net - Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk…

Kick Off Besok, 176 Tim Pelajar Ramaikan Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Berhadiah Rp 188,5 Juta

Kick Off Besok, 176 Tim Pelajar Ramaikan Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Berhadiah Rp 188,5 Juta

Minggu, 30 Agu 2026 10:27 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar turnamen mini soccer antarpelajar SMA/sederajat yang melibatkan 176 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.…

AHWA Vs Voting Jadi Titik Krusial Muktamar NU, Tiga Tokoh Ingatkan Risiko Perebutan Kekuasaan PBNU

AHWA Vs Voting Jadi Titik Krusial Muktamar NU, Tiga Tokoh Ingatkan Risiko Perebutan Kekuasaan PBNU

Sabtu, 29 Agu 2026 20:39 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 20:39 WIB

Jurnas.net — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 memasuki fase krusial. Para muktamirin kini dihadapkan pada pilihan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus B…

Merdeka Carnival Jadi Panggung Warga Bawean Suarakan Krisis Transportasi Laut yang Lumpuh

Merdeka Carnival Jadi Panggung Warga Bawean Suarakan Krisis Transportasi Laut yang Lumpuh

Sabtu, 29 Agu 2026 19:31 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 19:31 WIB

Jurnas.net — Semarak Merdeka Carnival yang digelar Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik …