Ada Pasar Jadoel di Kaki Gunung Ijen: Wisata Kuliner dan Seni Banyuwangi Makin Diminati

Reporter : Wulansari
Pemandangan blue fire kawah Ijen Banyuwangi. (Istimewa)

Jurnas.net - Kaki Gunung Ijen kembali menghadirkan destinasi baru yang memperkaya peta wisata nasional. Setelah dikenal luas melalui Blue Fire dan deretan hidden gem di sekitarnya, kawasan ini kini menghadirkan Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jaman Doeloe (Jadoel) yang berlokasi di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kehadiran pasar bernuansa etnik ini menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas sekaligus seni budaya lokal dalam satu paket.

Pasar Jadoel dibuka setiap Sabtu malam pukul 18.00–22.00 WIB, mengombinasikan bazar kuliner tradisional dengan pertunjukan seni khas Banyuwangi. Di sini pengunjung bisa menemukan berbagai hidangan otentik seperti ayam kampung bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, geseng, kare, kikil, hingga jajanan jadul seperti lopis, lanun, ketan, dan kue kucur.

Baca juga: 186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

Sambil menikmati kuliner, wisatawan juga disuguhi beragam pertunjukan seni tradisional. Mulai dari Kuntulan, tari Gandrung, Barong, Gagak Lodro, dan sejumlah seni budaya khas masyarakat Suku Osing.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, Pasar Jadoel menjadi bukti kreativitas warga desa sekaligus destinasi baru yang memperkuat Ijen Golden Route, konsep branding wisata yang mengemas kawasan hidden gem di sekitar Gunung Ijen.

“Ini kreativitas warga yang sangat membanggakan. Selain menggerakkan ekonomi lokal, tempat ini menjadi daya tarik baru Ijen Golden Route. Wisatawan jadi punya banyak pilihan aktivitas saat staycation di kaki Ijen,” kata Ipuk, Senin, 24 November 2025.

Baca juga: Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Ijen Golden Route sendiri merangkum berbagai destinasi seperti wisata alam, kuliner lokal, kafe instagramable, hingga penginapan unik dan etnik. Pasar Jadoel disebut akan menambah warna baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin pengalaman berbeda di Banyuwangi.

Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menambahkan bahwa pasar ini melibatkan 40 penjual kuliner yang seluruhnya warga setempat. Keterlibatan masyarakat lokal memastikan cita rasa dan pengalaman yang ditawarkan tetap otentik.

Baca juga: Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Buka Harapan Baru Lansia Banyuwangi

“Semua penjualnya adalah warga sini, jadi rasa dan penyajiannya benar-benar khas Banyuwangi,” katanya.

Selain menghidupkan ekonomi desa, Pasar Jadoel juga menjadi panggung pelestarian seni dan budaya. "Kecamatan Licin merupakan hunian masyarakat Suku Osing yang kaya kearifan lokal. Potensi seni budaya inilah yang kami angkat agar tetap lestari,” pungkas Donny.

Editor : Andi Setiawan

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru