Jurnas.net - Banyuwangi kembali mencuri perhatian dalam kancah pengembangan geopark nasional. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didapuk sebagai pembicara kunci dalam Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development, yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.
Di hadapan UNESCO dan jajaran kementerian, Ipuk memaparkan bagaimana Banyuwangi mengubah Geopark Ijen bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan mesin penggerak ekonomi warga melalui inovasi pariwisata berbasis alam dan budaya.
Baca juga: 186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir
Forum ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, di antaranya Dr. Özlem Adiyaman Lopes dari UNESCO, Prof. Dr. Michael Goutama (Penasihat Menteri PPN/Bappenas), Leonardo A. A. Teguh Sambodo (Deputi SDA dan LH Bappenas), serta Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam paparannya, Ipuk menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Geopark Ijen berada dalam kewenangan kementerian dan BKSDA. Meski demikian, Pemkab Banyuwangi memilih mencari peluang ketimbang terjebak batasan.
"Kami jadikan Geopark Ijen sebagai panggung promosi daerah. Melalui sport tourism, seni budaya, dan kolaborasi dengan masyarakat, manfaatnya harus kembali kepada warga Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Rangkaian sport tourism kelas nasional–internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhill, hingga Ijen Green Trail Run menjadi penggerak kunjungan wisatawan. Dirangkai pula dengan event budaya seperti Jazz Gunung Ijen dan Musik Tepi Sawah, Banyuwangi membangun ekosistem wisata yang terus bergerak sepanjang tahun.
Baca juga: Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian forum adalah Ijen Golden Route. Program ini mengolaborasikan seluruh potensi kawasan kaki Gunung Ijen yang dikelola masyarakat.
Rute ini menyajikan berbagai hidden gem, mulai dari panorama alam, kuliner lokal, kafe instagramable, hingga homestay berkonsep etnik yang memadukan lanskap alam dengan budaya Osing. "Semua kami kolaborasikan—UMKM, pelaku wisata, seniman, budayawan—agar semua mendapatkan manfaat dari keberadaan Geopark Ijen,” jelas Ipuk.
Dampaknya mulai terlihat. Desa Adat Osing Kemiren, salah satu titik dalam Ijen Golden Route, kini masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia melalui The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh UN Tourism.
Baca juga: Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Buka Harapan Baru Lansia Banyuwangi
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas capaian Banyuwangi yang dianggap berhasil mengubah tantangan menjadi kekuatan. "Banyuwangi dulu daerah miskin, kini justru memiliki angka kemiskinan terendah di Jawa Timur. Ini inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Michael Goutama dari Bappenas menyebut pendekatan Banyuwangi merupakan praktik terbaik yang layak mendunia. "Well done. Selamat untuk Banyuwangi. Ini contoh yang seharusnya bisa menjadi yang terbaik di dunia,” tegasnya.
Editor : Risfil Athon