Jurnas.net - Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Banyuwangi. Reyno Felix Altair Hidayat, siswa MTsN 3 Banyuwangi, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah meraih Medali Perak pada ajang bergengsi International Junior Science Olympiad (IJSO) 2025 yang digelar di Rusia.
Kompetisi yang berlangsung pada 23 November–2 Desember 2025 itu diikuti oleh 21 negara. Indonesia mengirimkan enam kontingen, dan Reyno menjadi satu-satunya peraih medali perak dari Tanah Air. Lima peserta Indonesia lainnya membawa pulang medali perunggu.
Baca juga: 186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir
Disambut Hangat di Sekolah
Kepulangan Reyno disambut meriah oleh ratusan siswa MTsN 3 Banyuwangi dalam acara penyambutan dan pemberian apresiasi yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.
“Prestasi Reyno bukan hanya membanggakan Banyuwangi, tetapi juga Indonesia. Ia membuktikan bahwa putra daerah mampu bersaing di panggung internasional. Terima kasih atas dedikasi dan perjuangannya,” kata Wabup Mujiono, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus mengembangkan diri, berinovasi, dan mengejar prestasi di bidang sains maupun bidang lainnya.
Sementara itu, Reyno mengungkapkan bahwa kompetisi IJSO cukup menantang karena mencakup tiga kategori: teori, eksperimen, dan multiple choice (MCQ) dengan peserta dari puluhan negara.
“Alhamdulillah bisa membawa pulang medali. Persaingan sangat ketat, tetapi kami berusaha maksimal,” kata siswa kelas 9 tersebut.
Baca juga: Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin
Reyno menegaskan bahwa pencapaiannya adalah hasil dari disiplin belajar setiap hari, bukan hanya menjelang lomba. Ia terbiasa mengerjakan soal-soal sains secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan belajarnya.
Sebelum berangkat ke Rusia, Reyno mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) selama satu bulan—dua minggu di Universitas Indonesia (UI) dan dua minggu di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama pelatnas, ia dilatih oleh profesor-profesor dari bidang Fisika, Biologi, dan Kimia.
Menariknya, Reyno sebelumnya belum mendapatkan pelajaran kimia di sekolah karena belum diajarkan di tingkat SMP. Namun ia mampu mengejar materi intensif selama pelatnas.
“Pelatihannya cukup berat, apalagi Reyno belum pernah belajar kimia. Tapi Alhamdulillah dia bisa mengikuti dengan baik,” ujar Rina Hidayat, ibunda Reyno.
Baca juga: Satpol PP Surabaya Tertibkan Pelajar Nongkrong di Warkop Saat Jam Sekolah
Berkat Disiplin yang Tumbuh dari Diri Sendiri
Rina mengungkapkan bahwa kunci prestasi Reyno adalah disiplin yang terbentuk dari dalam dirinya. Orang tuanya tidak pernah memaksanya belajar berlebihan, namun Reyno secara konsisten mengatur waktu dan membiasakan diri mengerjakan soal-soal latihan.
“Kami hanya mengingatkan bahwa masa depan ditentukan oleh apa yang ia lakukan hari ini. Selebihnya, semua karena kemauan Reyno sendiri,” ujarnya.
Sebelum masuk Pelatnas, Reyno juga telah menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional hingga terpilih sebagai 30 besar dan akhirnya menjadi salah satu dari enam siswa yang mewakili Indonesia di IJSO 2025.
Dengan prestasi ini, Reyno tidak hanya mencatat pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelajar Banyuwangi dan Indonesia untuk terus berkarya di dunia sains.
Editor : Risfil Athon