Kemenag Beri 'Tanda Cinta PAI' untuk Banyuwangi: Semua Guru Agama Islam Berhasil Tersertifikasi

Reporter : Wulansari
Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyerahkan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kabupaten Banyuwangi kembali mencatat prestasi nasional setelah menerima Anugerah Tanda Cinta PAI (Pendidikan Agama Islam) 2025 dari Kementerian Agama RI. Penghargaan ini diberikan karena Banyuwangi dianggap sebagai salah satu daerah paling progresif dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kemenag menilai Banyuwangi berhasil menjadi daerah yang sangat aktif mendorong guru PAI mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebuah program prioritas nasional sesuai Asta Cita Presiden RI 2024–2029 dan amanat UU Guru dan Dosen.

Baca juga: 186 Nelayan Muncar Resmi Miliki Sertifikat Tanah, Ipuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

Pada 2024, Banyuwangi memfasilitasi 379 guru PAI tingkat SD dan SMP untuk mengikuti PPG. Sementara pada 2025, daerah ini kembali mengirim 246 guru. Dengan demikian, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang tuntas memfasilitasi seluruh guru agama Islam untuk mengikuti PPG sesuai ketentuan Kemenag.

“Ini bentuk komitmen Banyuwangi menghadirkan pendidikan agama yang berkualitas. Penguatan karakter bangsa dimulai dari guru yang kompeten dan profesional,” ujar kata Ipuk, Jumat, 5 Desember 2025.

Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan Banyuwangi tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, dan Kemenag dalam memperkuat kualitas pendidikan agama.

“Kami berterima kasih atas apresiasi Kemenag. Upaya ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi muda mendapat pendidikan agama yang baik dan berkarakter,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa seluruh peserta PPG menjalani pendidikan intensif selama empat bulan di perguruan tinggi yang ditunjuk Kemenag.

“Untuk Banyuwangi, pelaksanaan PPG terpusat di UIN KHAS Jember. Semua guru PAI yang mengikuti PPG telah melewati tahapan lengkap sesuai standar Kemenag,” jelasnya.

Selain meningkatkan kompetensi, PPG juga menjadi syarat penting bagi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik, yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru.

Baca juga: Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Buka Harapan Baru Lansia Banyuwangi

Dengan konsistensi mengirim ratusan guru ke PPG setiap tahun, Banyuwangi dinilai berhasil menjalankan kebijakan prioritas nasional dari akar rumput. Daerah ini menjadi contoh implementasi program penguatan pendidikan agama yang berjalan efektif dan terukur.

“Pengiriman guru di 2024 dan 2025 memastikan seluruh guru PAI kami tersertifikasi. Ini bukan hanya urusan administrasi, tetapi bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran agama di kelas,” pungkas Suratno.

Editor : Rahmat Fajar

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru