Golkar Jatim Percepat Musda di 38 Daerah Jelang Agenda Politik 2026

Reporter : Insani
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, didampingi pengurus usai doa bersama. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menyampaikan bahwa konsolidasi internal Golkar di tingkat daerah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Desember 2025, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di kabupaten/kota se-Jawa Timur hampir tuntas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Golkar Jatim dalam memperkuat struktur organisasi menghadapi momentum politik nasional pada 2026.

"Sampai hari ini, 29 kabupaten/kota sudah menggelar Musda. Insya Allah mulai Minggu akan ada Musda lagi di beberapa daerah,” kata Ali, usai tasyakuran puncak HUT ke-61 Golkar di Kantor DPD Golkar Jatim, Surabaya, Jumat malam, 5 Desember 2025.

Baca juga: Badko HMI Jatim Gelar LK III 2025, Siapkan Kader Jadi Pemimpin Strategis di Tengah Disrupsi Zaman

Dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, masih tersisa 9 daerah yang belum menggelar Musda. Namun Ali memastikan jadwalnya sudah tersusun rapi, dan ditargetkan tuntas sebelum akhir Januari 2026.

"Insya Allah Minggu Musda di Nganjuk, kemudian Senin di Magetan, setelah itu Kota Malang dan seterusnya. Target kita maksimal Januari 2026 seluruh Musda selesai. Setelah itu kita masuk agenda pelantikan,” jelasnya.

Baca juga: Dari Ketua Badko HMI Jatim ke DPC PDIP, Khairul Anam Menapaki Jalan Baru Politik Probolinggo

Ali menegaskan bahwa rangkaian Musda sejauh ini berlangsung lancar dan kondusif. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti soliditas kader serta kesamaan visi dalam membangun kejayaan Partai Golkar di Jawa Timur.

"Alhamdulillah semuanya lancar, karena Golkar sudah satu visi. Seluruh kader bergerak dalam satu gerbong yang sama: Golkar bangkit, Golkar maju, dan Golkar solid untuk Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Pesan Adi Wibowo untuk Ketua Golkar Kota Malang: Rangkul Semua Kader dan Menangkan Generasi Muda

Meski di beberapa daerah muncul dinamika internal dan lebih dari satu kandidat, Ali menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi yang matang. Berbagai perbedaan pandangan berhasil diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

"Nilai luhur bangsa kita adalah bermusyawarah. Kalau ada lebih dari satu calon, kita pertemukan dan kita kompromikan. Itu nilai positif yang Golkar pegang,” pungkasnya.

Editor : Rahmat Fajar

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru