Jurnas.net - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh tak hanya memutus akses jalan dan melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga memadamkan jaringan listrik di sejumlah wilayah. Di tengah situasi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menunjukkan komitmen solidaritas energi lintas daerah dengan mengirim tim percepatan pemulihan kelistrikan ke Aceh.
Pengiriman relawan kelistrikan ini bukan hanya tugas teknis, melainkan simbol kebersamaan nasional dalam memastikan masyarakat Aceh kembali mendapatkan layanan listrik yang aman dan stabil. General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, memimpin langsung apel pelepasan bertema “Satu Terang Satu Nusa, Dari Jawa Timur untuk Aceh”.
Baca juga: PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo
“Pemberangkatan ini untuk memastikan pemulihan sistem distribusi berjalan cepat dan terukur. Mulai normalisasi jaringan, perbaikan konstruksi yang rusak, hingga memastikan fasilitas publik kembali mendapat pasokan listrik,” kata Mustaqir, Sabtu, 6 Desember 2025.
Bencana yang terjadi sebelumnya menyebabkan sejumlah jaringan rusak berat, termasuk robohnya puluhan tower, bangunan penyulang, hingga terganggunya listrik rumah tangga serta fasilitas vital.
Melihat kondisi tersebut, PLN Jawa Timur mengerahkan 33 personel terbaik, terdiri dari 15 pegawai PLN UID Jatim dan 18 tenaga ahli distribusi kelistrikan. Mereka akan bertugas selama 22 hari di wilayah kerja PLN UP3 Lhokseumawe dan PLN UID Aceh—wilayah yang paling terdampak.
Baca juga: Cegah Gangguan Sejak Dini, PLN Tangani Hotspot Transmisi di Surabaya dan Malang
Para personel diperkuat dengan APD lengkap sesuai standar K3, peralatan teknis perbaikan jaringan tegangan menengah & rendah, peralatan pondasi tiang, serta paket medis lapangan.
“Keselamatan adalah prioritas. Setiap prosedur harus dijalankan dengan benar. Kami berharap seluruh tim dipermudah dalam tugas dan kembali ke keluarga dengan selamat,” tambah Mustaqir.
Baca juga: Seragam Pinjam dan Sepatu Hanyut: Kisah Haru Siswa Aceh Tamiang Saat Kembali Masuk Sekolah
Ia menegaskan bahwa percepatan pemulihan listrik bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian dari fungsi negara dalam memastikan kehidupan masyarakat tidak berhenti saat bencana.
Koordinator relawan, Muhamad Faisal (51), menyebut keikutsertaannya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh. "Ini panggilan moral. Kami ingin aktivitas warga Aceh kembali normal secepatnya. Koordinasi di lapangan sudah siap,” kata Faisal.
Editor : Risfil Athon