Khofifah Ubah Jadwal WFH ASN Pemprov Jatim Jadi Setiap Jumat Mulai Juni 2026, Layanan Publik Tetap Normal

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tetap berlanjut pada Juni 2026. Namun, terdapat perubahan jadwal pelaksanaan, dari yang sebelumnya setiap Rabu menjadi setiap Jumat.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai memimpin rapat evaluasi pelaksanaan WFH. Perubahan jadwal dilakukan sebagai bentuk penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengarahkan pelaksanaan WFH secara nasional pada hari Jumat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan WFH bagi ASN secara terbatas dan terukur setiap hari Jumat. Kebijakan ini dilakukan untuk menyinkronkan arahan Menteri Dalam Negeri agar pelaksanaan WFH secara nasional dilaksanakan pada hari Jumat,” ujar Khofifah, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurut Khofifah, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diperlukan agar implementasi pola kerja fleksibel dapat berjalan efektif, terukur, dan tidak menimbulkan perbedaan mekanisme di lapangan. "Mulai Juni pelaksanaannya setiap Jumat. Harinya disinkronkan dengan pusat,” tegasnya.

Meski kebijakan WFH tetap diterapkan, Khofifah menegaskan sejumlah organisasi perangkat daerah yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO). Instansi tersebut meliputi rumah sakit, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Dinas Pendidikan khususnya unit pelaksana teknis SMA, SMK, dan SLB.

“Semua perangkat daerah yang memberikan pelayanan publik secara langsung tetap bekerja dengan sistem WFO agar kualitas dan kuantitas layanan kepada masyarakat tidak berkurang,” kata Khofifah.

Ia menegaskan layanan esensial seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, keamanan, dan layanan sosial harus tetap tersedia serta mudah diakses masyarakat. Termasuk layanan yang ramah bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

Kebijakan WFH yang mulai diterapkan sejak 1 April 2026 ini merupakan bagian dari transformasi birokrasi menuju sistem kerja yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Meski bekerja dari rumah, ASN tetap diwajibkan memenuhi target kinerja, menjaga disiplin, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai U yang berlaku.

Pemprov Jatim juga menegaskan bahwa ASN yang menjalankan WFH tidak diperbolehkan meninggalkan tempat tinggal selama jam kerja dan harus selalu responsif terhadap arahan pimpinan. Pegawai juga wajib siap hadir ke kantor sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Selain itu, seluruh ASN diwajibkan melakukan pencatatan kehadiran melalui aplikasi JATIM PRESENSI dengan memilih mekanisme WFH serta melaporkan aktivitas harian yang disertai bukti dukung atau output pekerjaan kepada atasan langsung. "Pelaksanaan WFH bukan berarti mengurangi tanggung jawab ASN. Produktivitas, disiplin, dan capaian kinerja tetap menjadi ukuran utama,” tegas Khofifah.

Pemprov Jawa Timur terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi WFH untuk memastikan produktivitas ASN tetap terjaga dan pelayanan publik berjalan optimal. Pola kerja fleksibel ini dinilai mampu menjadi salah satu instrumen peningkatan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus memberikan ruang bagi ASN untuk bekerja lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari pelaksanaan WFH, ASN juga diwajibkan memastikan kondisi ruang kerja di kantor dalam keadaan aman sebelum meninggalkan tempat kerja, termasuk mematikan perangkat elektronik, pendingin ruangan, lampu, serta mencabut peralatan listrik dari sumber daya.

Dengan penyesuaian jadwal yang mulai berlaku Juni 2026, Pemprov Jatim berharap ASN dapat beradaptasi dengan pola kerja baru tersebut, sementara seluruh layanan publik tetap berjalan normal dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Berita Terbaru

Perkuat Kepatuhan Pajak, GP Ansor Jatim Kolaborasi dengan DJP Edukasi Kader dan UMKM

Perkuat Kepatuhan Pajak, GP Ansor Jatim Kolaborasi dengan DJP Edukasi Kader dan UMKM

Selasa, 14 Jul 2026 17:25 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:25 WIB

Jurnas.net – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil D…

Basarnas Surabaya Sisir Area Baru Sejauh 157 Mil Laut, KMN Entok Masih Belum Ditemukan

Basarnas Surabaya Sisir Area Baru Sejauh 157 Mil Laut, KMN Entok Masih Belum Ditemukan

Selasa, 14 Jul 2026 17:18 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:18 WIB

Jurnas.net – Kantor SAR Kelas A Surabaya terus mengintensifkan pencarian terhadap KMN Entok yang dilaporkan belum kembali setelah berangkat mencari ikan dari P…

DPRD Surabaya Edukasi Gen Z, Budi Leksono: Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

DPRD Surabaya Edukasi Gen Z, Budi Leksono: Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

Selasa, 14 Jul 2026 16:19 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 16:19 WIB

Jurnas.net – Upaya meningkatkan literasi politik di kalangan generasi muda terus didorong DPRD Surabaya. Salah satunya melalui kunjungan Komunitas Gelora Juang …

Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Selasa, 14 Jul 2026 15:05 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:05 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.…

PKS: APBD Jatim Jangan Hanya Rapi di Laporan, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

PKS: APBD Jatim Jangan Hanya Rapi di Laporan, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 14 Jul 2026 14:28 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:28 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur melontarkan kritik sekaligus peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar t…

Perekaman KTP-el Surabaya Capai 98,82 Persen, Sebanyak 809.057 Warga Sudah Aktifkan IKD

Perekaman KTP-el Surabaya Capai 98,82 Persen, Sebanyak 809.057 Warga Sudah Aktifkan IKD

Selasa, 14 Jul 2026 13:12 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. Upaya tersebut ditandai d…