Gigih Berjuang, Anak Petani Asal Pandowoharjo Tembus Teknik Kimia UGM

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas bersama ibu.
Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas bersama ibu.

Jurnas.net - Siang itu, Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas, 18 tahun, berlari menuju sawah tempat ibunya bekerja. Perempuan yang akrab disapa Hanon itu membawa kabar yang telah lama dinantikan keluarganya. Ia lulus di terima kuliah di Program Studi Teknik Kimia UGM lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Tidak hanya itu, Universitas Gadjah Mada memberikan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen sehingga ia dapat berkuliah tanpa sibuk memikirkan biaya UKT. 

Hanon menceritakan, perjalanan menuju bangku kuliah tidak sepenuhnya mulus. Pasalnya, sejak sang ayah meninggal pada 2014, Hanon dibesarkan oleh sang ibu, Triya Andayani (53), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

"Awalnya saya mendapat subsidi UKT sebesar 75 persen. Jadi waktu itu UKT saya berkisar Rp3.375.000. Jujur, jumlah itu masih berat bagi kami," tutur Hanondi Gabugan, Pandowoharjo, Sleman, Rabu, 15 Juli 2026.

Meski telah memperoleh keringanan, biaya kuliah yang masih harus dibayarkan tetap terasa berat bagi keluarganya. Hanon tak pantang menyerah. Ditemani sang kakak, Pranasakti Yogaswara (30), ia mendatangi Departemen Teknik Kimia UGM untuk menanyakan kemungkinan aju banding UKT. Upaya tersebut akhirnya berbuah manis. Beberapa hari setelahnya, pihak universitas mengabulkan permohonan banding mereka.

"Alhamdulillah hasilnya UKT saya turun menjadi 100 persen atau jadi gratis. Saat itu saya langsung lari mengunjungi ibu ke sawah dan bilang kalau UKT saya jadi nol rupiah," ucapnya. 

Di balik kabar yang dibawanya ke sawah siang itu, tersimpan perjalanan panjang yang telah dimulai Hanon sejak duduk di bangku SMA. Saat mengenyam pendidikan di SMAN 9 Yogyakarta, ia tak pernah membayangkan akan melanjutkan studi di Program Studi Teknik Kimia UGM. Kala itu, Hanon justru sempat melirik jurusan lain. Namun, pandangan Hanon perlahan kian berubah setelah ia berdiskusi dengan sang kakak, Pranasakti Yogaswara atau yang akrab disapa Yoga. 

Berbeda dengan sebagian besar teman-temannya, menjelang SNBT, Hanon memilih belajar secara mandiri. Ia tidak pernah mengikuti bimbel atau les di luar karena tak ingin membebani ibunya dengan biaya tambahan. Sebagai gantinya, ia mengandalkan pendalaman materi di sekolah, belajar melalui YouTube, mengerjakan latihan soal dari internet, hingga berdiskusi dengan teman-temannya.

"Kalau mau les juga kasihan sama ibu, biayanya mahal. Jadi saya mengandalkan pembelajaran di sekolah, nonton YouTube, cari soal di internet, atau nimbrung sama teman-teman yang lagi bahas soal," kenang Hanon. 

Meski tidak ikut bimbel, Hanon berhasil diterima di Program Studi Teknik Kimia UGM melalui jalur SNBT dengan skor rata-rata 730. Pada subtes Penalaran Matematika dan Pengetahuan Kuantitatif, ia bahkan meraih skor masing-masing 800. 

Mengetahui putrinya diterima di UGM, Triya tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia menceritakan, setiap kali mengantar Hanon ke sekolah dan melintasi jalan yang memperlihatkan gedung UGM dari kejauhan, ia selalu memanjatkan doa agar kelak putrinya dapat menempuh pendidikan di kampus tersebut. Baginya, di tengah keterbatasannya sebagai orang tua tunggal, doa menjadi satu-satunya ikhtiar yang selalu ia panjatkan demi mendampingi perjuangan putrinya.

"Saya tidak bisa membantu dia belajar atau membiayai bimbel di luar. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa. Setiap mengantar sekolah, saya selalu berdoa semoga Hanon bisa kuliah di UGM. Alhamdulillah, sekarang doa kami dikabulkan," ujar Triya.

Tak lupa, Triya berharap putrinya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia ingin agar putrinya dapat menjalani perkuliahan dengan tekun dan menyelesaikan pendidikannya hingga lulus.

"UGM sudah memberi kemudahan kepada kami. Sekarang tinggal bagaimana dia membalasnya dengan prestasi. Semoga Hanon bisa memberikan hasil yang terbaik," ungkap Triya. 

Senada dengan sang ibu, bagi Hanon, keberhasilan diterima di UGM dan memperoleh subsidi UKT 100 persen bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia bertekad menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan studinya tepat waktu sebagai bentuk balas budi atas doa dan pengorbanan keluarga sekaligus pihak universitas yang telah memberikan keringanan.

"Saya merasa ini adalah tanggung jawab. Saya sudah diberi kesempatan kuliah di UGM dan dibantu UKT sampai 100 persen, jadi saya harus benar-benar serius menjalani kuliah dan lulus tepat waktu,” jelasnya. 

Berita Terbaru

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Jurnas.net -  Pemerintah pusat merencanakan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. RSUD RA Kartini Jepara menjadi salah satu …

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Jurnas.net – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli suara d…

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…