Seragam Pinjam dan Sepatu Hanyut: Kisah Haru Siswa Aceh Tamiang Saat Kembali Masuk Sekolah

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang kembali bisa bersekolah pascabencana. (Humas BKP RI)
Anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang kembali bisa bersekolah pascabencana. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Bagi Denico Felix Batubara (17), siswa kelas XI SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, lonceng kembali masuk sekolah bukan sekadar tanda dimulainya tahun ajaran baru. Itu adalah momen kembalinya harapan setelah bah pada banjir bandang sebulan lalu merenggut banyak hal dalam hidupnya.

“Pertama kali masuk sekolah, bertemu teman-teman, rasa bahagia itu mulai muncul lagi,” kata Denico, Jumat, 9 Januari 2026.

Ruang kelas yang sempat sunyi akibat bencana kini kembali ramai oleh tawa. Bagi Denico, suasana menyenangkan di sekolah menjadi pelipur lara. Bertemu guru dan teman sebaya seakan menambal luka yang ditinggalkan bencana.

“Momen yang paling saya kangen itu saat duduk-duduk saling bercerita tentang cita-cita, tentang hal lucu, atau apapun yang kami obrolkan,” katanya.

Pada hari pertama itu, Denico bahkan dipercaya menjadi pemimpin upacara, simbol kecil bahwa semangat mereka kembali berdiri. Sekolah juga menjadi ruang temu pertama dengan teman-temannya setelah sebulan terpisah.

Saat bencana, mereka sibuk menyelamatkan diri, harta benda, dan keluarga. Waktu seolah beku tanpa ruang bercengkerama. Meski datang dengan keadaan terbatas, Denico tetap bersyukur. Banyak barangnya hanyut, namun tekadnya tidak.

"Sekarang saya ke sekolah pakai baju pinjam. Sepatu juga. Semua perlengkapan sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Yang paling dirindukannya adalah belajar secara berkelompok. Baginya, diskusi bersama teman sekelas bukan sekadar tugas belajar, tetapi proses memulihkan diri. “Kangen kerja kelompok karena memicu daya berpikir kritis,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Nabila Safitri Rahayu (17), siswi kelas XII SMAN 4. Kembali ke sekolah baginya bukan sekadar rutinitas, tetapi momen emosional setelah jeda yang tidak direncanakan. “Sebulan tanpa aba-aba, libur begitu saja karena bencana. Belum sempat salaman perpisahan, ada rasa mengganjal,” kata Nabila.

Saat hari pertama masuk, ia mengaku terharu melihat teman-temannya lagi. Satu per satu wajah yang lama tak ditemui kini hadir dengan cerita masing-masing. Sebagian kehilangan rumah, sebagian kehilangan perlengkapan sekolah, namun tak ada yang kehilangan semangat.

“Begitu bertemu, kami banyak cerita sedih. Tapi karena sudah menerima, ceritanya sambil ketawa-ketawa,” katanya sambil tersenyum.

Sekolah di Aceh Tamiang kini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pemulihan trauma, tempat siswa menemukan kembali tawa, tujuan, dan rasa normal setelah hidup mereka sempat dihanyutkan banjir.

Berita Terbaru

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Kamis, 29 Jan 2026 11:29 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 11:29 WIB

Jurnas.net - Pembongkaran hingga penghancuran bangunan di belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan, Jalan Basuki Rahmat, terus menuai kecaman keras. Kali ini,…

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Kamis, 29 Jan 2026 10:31 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 10:31 WIB

Jurnas.net - Big Bad Wolf Books (BBW), bazar buku internasional terbesar di dunia, resmi membuka rangkaian BBW Indonesia 2026 di Surabaya, mulai 29 Januari…

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mulai…

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Jurnas.net - Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Namun lebih dari sekadar penyaluran sembako, program bulanan ini menjelma menjadi instrumen…

Surabaya Perkuat Penegakan Hukum Lewat Satgas Anti Premanisme dan Mafia Tanah

Surabaya Perkuat Penegakan Hukum Lewat Satgas Anti Premanisme dan Mafia Tanah

Kamis, 29 Jan 2026 07:09 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 07:09 WIB

Jurnas.net - Kota Surabaya telah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah sebagai langkah menjaga keamanan serta kepastian…

Jelang Ramadan, Khofifah Gelar Pasar Murah untuk Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

Jelang Ramadan, Khofifah Gelar Pasar Murah untuk Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

Kamis, 29 Jan 2026 06:32 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 06:32 WIB

Jurnas.net - Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih strategi yang tak lazim namun efektif:…