Polda Jatim Sita Rp55 Miliar dari Kasus TPPU Bandar Narkoba

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim menggelar konferensi pers pengungkapan kasus TPPU terkait jaringan narkotika oleh Polda Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Polda Jatim menggelar konferensi pers pengungkapan kasus TPPU terkait jaringan narkotika oleh Polda Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Polda Jawa Timur terus memperkuat strategi pemberantasan narkotika dengan menelusuri aliran uang hasil kejahatan. Sepanjang Februari 2026, dua kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan narkoba berhasil diungkap, dengan total aset sitaan mencapai Rp2,7 miliar.

Secara kumulatif, sejak 2004 hingga 2026, nilai aset hasil TPPU narkotika yang berhasil diamankan Polda Jatim telah menembus Rp55 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba kini tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menghancurkan kekuatan finansial jaringan.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menjelaskan kasus pertama diungkap pada 13 Februari 2026 dengan tersangka WP (44), residivis narkoba yang berdomisili di Sidoarjo dan Surabaya. WP diduga menyamarkan hasil penjualan narkotika selama 2023–2025 ke dalam berbagai bentuk aset. Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka lain oleh Satresnarkoba Polresta Sidoarjo pada September 2025.

Dari penelusuran aliran dana, penyidik menyita aset senilai Rp1,2 miliar, terdiri atas satu unit Toyota Rush tahun 2025, sepeda motor Honda Scoopy tahun 2020, 36 perak batangan, sebidang tanah di Jombang, serta uang tunai Rp600 juta di rekening bank. Berkas perkara WP telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses penuntutan.

Kasus kedua diungkap pada 17 Februari 2026 dengan tersangka FA (25), warga Bangkalan. Meski berstatus pengangguran, FA diduga menyamarkan hasil penjualan ekstasi sejak 2022 hingga 2026.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan jaringan narkoba dengan tersangka PO dan kawan-kawan pada November 2025. Dari tangan FA, polisi menyita aset senilai Rp1,5 miliar, antara lain Mitsubishi Xpander tahun 2022, Honda Brio tahun 2023, sejumlah sepeda motor, uang tunai Rp82 juta, saldo rekening lebih dari Rp43 juta, perhiasan, jam tangan, serta bukti pembelian tanah senilai Rp270 juta di Bangkalan. Saat ini perkara FA masih dalam tahap penyidikan.

Kedua tersangka dijerat Pasal 3, 4, dan 5 junto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda miliaran rupiah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Muhammad Kurniawan, menegaskan bahwa pendekatan TPPU menjadi strategi penting dalam memutus mata rantai bisnis narkotika. “Penegakan hukum tidak berhenti pada penyitaan barang bukti narkoba. Kami telusuri aliran dananya agar jaringan kehilangan modal. Dengan dimiskinkan, mereka tidak punya ruang untuk kembali membangun jaringan,” tegasnya.

Selain pengungkapan TPPU, Polda Jatim juga menggagalkan pengiriman 23 kilogram sabu yang rencananya dikirim dari Surabaya ke Kalimantan. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pemantauan intensif hampir dua bulan.

Sepanjang Januari hingga pertengahan Februari 2026, Polda Jatim telah menangani 555 laporan polisi dengan 724 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 4,142 kilogram sabu, 16 kilogram ganja, 851 butir ekstasi, 5,26 kilogram ketamin, serta ribuan pil obat keras.

Melalui strategi “follow the money”, aparat tidak hanya memburu kurir dan bandar, tetapi juga membongkar struktur keuangan jaringan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak sindikat sekaligus memberikan efek jera yang lebih kuat dalam pemberantasan narkoba di Jawa Timur.

Berita Terbaru

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 20:36 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 20:36 WIB

Jurnas.net - Menjelang Muktamar ke-35, suasana di tubuh Nahdlatul Ulama mulai memanas. Nama-nama bermunculan. Silaturahmi politik makin intens. Poros-poros…

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Jurnas.net - Wisuda Program Sarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 20 Mei 2026, terselip sejumlah cerita inspiratif. Di antara puluhan wisudawan…

Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

Rabu, 20 Mei 2026 16:48 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 16:48 WIB

Jurnas.net - Sebuah pohon pisang di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh dengan unik karena menghasilkan hingga empa…

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid …

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Jurnas.net – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap Isnaini (50), warga Kabupaten Blitar yang tenggelam di Sungai Brantas, akhirnya m…

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Jurnas.net - Langkah konkret dan progresif diambil oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu fauzi, dalam merespons darurat kerusakan lingkungan akibat…