Marak DBD dan BPJS Nonaktif, PDIP Jatim Perintahkan Kader Gerak Cepat Bantu Warga

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat Koordinasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Rapat Koordinasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menginstruksikan seluruh kader di kabupaten/kota bergerak cepat membantu masyarakat, di tengah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan persoalan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang banyak dikeluhkan warga.

Instruksi tersebut disampaikan Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, dalam Rapat Koordinasi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur di Kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurut Said, partai harus hadir secara nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan mendesak, terutama yang menyangkut kesehatan dan akses layanan dasar.

“Di tengah meningkatnya kasus DBD dan adanya warga yang kepesertaan BPJS PBI-nya tidak aktif, kader tidak boleh pasif. Kita harus turun, cek langsung ke lapangan, bantu fasilitasi, dan pastikan ada solusi,” kata Said.

Said menilai, lonjakan kasus DBD di sejumlah daerah membutuhkan perhatian serius, mulai dari upaya pencegahan, edukasi masyarakat, hingga memastikan fasilitas kesehatan siap menangani pasien.

Selain itu, persoalan BPJS PBI yang dinonaktifkan atau terhapus dari sistem juga menjadi keluhan berulang. Kondisi tersebut berpotensi menghambat warga miskin mengakses layanan kesehatan.

“Jangan sampai warga yang sedang sakit justru terkendala administrasi. Kader harus membantu menjembatani komunikasi dengan dinas terkait dan memastikan hak masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat sistem respons cepat partai di tingkat daerah. Tak hanya DBD dan BPJS, Said juga menyoroti dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, kenaikan harga bahan pokok, serta ketidaktepatan sasaran bantuan sosial yang memicu keresahan di masyarakat.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, mengatakan seluruh DPC diminta membangun sistem respons terintegrasi antara struktur partai, Fraksi PDIP DPRD, dan kepala daerah dari PDIP sebagai satu kesatuan gerak tiga pilar.

“Penanganan persoalan rakyat tidak bisa sendiri-sendiri. Harus kolaboratif antara partai, legislatif, dan eksekutif agar cepat dan tepat sasaran,” kata Deni.

Sebagai langkah konkret, DPD PDIP Jatim mendorong pembentukan Call Center Tiga Pilar di daerah yang dipimpin kepala daerah dari PDIP. Layanan ini dirancang sebagai pusat pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan responsif. Setiap unsur tiga pilar pengurus DPC, anggota Fraksi PDIP DPRD, serta kepala daerah atau wakil kepala daerah diwajibkan mempublikasikan nomor layanan aktif sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat.

DPD PDIP Jatim menargetkan setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara kolaboratif dalam waktu maksimal empat jam sejak diterima. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan warga, khususnya di sektor kesehatan dan layanan publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kader partai di daerah.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…