Gus Atho Reses di Gedeg: Krisis Pupuk dan Minimnya Alsintan Dikeluhkan Petani Mojokerto

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat serap aspirasi Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Insani/Jurnas.net)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat serap aspirasi Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, kembali melakukan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025–2026, di Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 14 Februari 2026. Dalam kegiatan itu, keluhan dan harapan warga terkait masalah pertanian mendominasi agenda serap aspirasi tersebut.

Politisi muda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur ini, hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PKB, Hadi Fatkhur Rohman. Kehadiran dua legislator lintas tingkat ini dinilai strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan program pembangunan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Dalam dialog terbuka bersama warga, isu pertanian mencuat sebagai keluhan utama. Desa Beratwetan dikenal sebagai salah satu sentra padi dan budidaya ikan air tawar di Kecamatan Gedeg. Warga menyampaikan persoalan yang hampir seragam, mulai dari kelangkaan pupuk, distribusi yang belum merata, hingga keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Aspirasi yang paling banyak kami terima hari ini adalah keluhan petani. Ini menjadi catatan serius bagi kami di DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Gus Atho.

Ia memastikan seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan di tingkat provinsi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pupuk, bantuan alsintan, serta penguatan sistem pertanian berbasis desa. “Kami ingin petani di Gedeg tidak hanya kuat di sisi produksi, tetapi juga memiliki kepastian pasca-panen, akses pasar, dan harga jual yang menguntungkan,” ujarnya.

Menurut Gus Atho, penguatan sektor pertanian harus menjadi prioritas pembangunan desa karena menyangkut langsung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Selain persoalan pertanian, warga juga menyampaikan kebutuhan perbaikan infrastruktur dasar desa, seperti jalan lingkungan dan saluran drainase yang berfungsi penting menunjang aktivitas pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Gus Atho menegaskan pentingnya dukungan regulasi dan anggaran yang berpihak pada desa, termasuk menjaga stabilitas Alokasi Dana Desa (ADD) serta penghasilan tetap (siltap) perangkat desa.

“Kami akan terus mengawal agar kebijakan di tingkat provinsi mendukung kesejahteraan perangkat desa. Jika tata kelola desa kuat, pelayanan publik dan pembangunan desa akan berjalan optimal,” tandasnya.

Sementara itu, Hadi Fatkhur Rohman menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, khususnya terkait infrastruktur desa. “Kami hadir bersama agar tidak ada aspirasi yang terputus. Untuk jalan lingkungan, drainase, dan kebutuhan desa lainnya akan segera kami dorong pembahasannya di DPRD Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Sinergi antara legislatif provinsi dan kabupaten ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat desa. Agenda reses ditutup dengan penyerahan proposal pembangunan secara simbolis dari perwakilan tokoh masyarakat kepada Gus Atho.

Momentum tersebut menegaskan bahwa reses bukan sekadar kewajiban formal anggota dewan, melainkan ruang penting bagi petani dan warga desa untuk menyuarakan persoalan riil yang dihadapi sehari-hari.

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan…

Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Saat Nyepi 18–20 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Saat Nyepi 18–20 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Jumat, 13 Mar 2026 16:14 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 16:14 WIB

Jurnas.net - Layanan penyeberangan di lintas utama Jawa–Bali, yakni Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali, akan dihentikan sementara …

DPW PAN Jatim Serahkan SK 27 DPD, Tancap Gas Konsolidasi dan Bentuk Relawan hingga TPS untuk 2029

DPW PAN Jatim Serahkan SK 27 DPD, Tancap Gas Konsolidasi dan Bentuk Relawan hingga TPS untuk 2029

Jumat, 13 Mar 2026 15:38 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 15:38 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Jawa Timur mulai memanaskan mesin organisasi menjelang agenda politik nasional mendatang.…

Pemkab Banyuwangi Sidak LPG 3 Kg Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan hingga 250 Persen

Pemkab Banyuwangi Sidak LPG 3 Kg Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan hingga 250 Persen

Jumat, 13 Mar 2026 10:34 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 10:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan ketersediaan gas elpiji subsidi tetap aman menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk memastikan…

Inflasi Surabaya Naik, Pemkot Siapkan Pasar Murah hingga Beras SPHP untuk Jaga Daya Beli

Inflasi Surabaya Naik, Pemkot Siapkan Pasar Murah hingga Beras SPHP untuk Jaga Daya Beli

Jumat, 13 Mar 2026 09:07 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 09:07 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan mengintensifkan berbagai program stabilisasi harga pangan. Upaya ini …

Mudik Lebaran Berbarengan Nyepi, Pemprov Jatim Antisipasi Kepadatan Jalur Ketapang-Bali

Mudik Lebaran Berbarengan Nyepi, Pemprov Jatim Antisipasi Kepadatan Jalur Ketapang-Bali

Jumat, 13 Mar 2026 07:19 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 07:19 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi tantangan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Di mana…