Tekan Inflasi Ramadan, Pemkot Surabaya Andalkan Pangan Lokal Lewat GPM

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gerakan Pasar Murah (GPM) di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Gerakan Pasar Murah (GPM) di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Menjelang Ramadan, pengendalian inflasi tak hanya soal menurunkan harga, tetapi memastikan rantai pasok pangan tetap pendek, adil, dan berpihak pada warga. Inilah pendekatan yang ditempuh Pemerintah Kota Surabaya saat kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 1, Jalan Jepara III, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan.

GPM kali ini tak sekadar menghadirkan komoditas murah, tetapi juga mengusung konsep “dari panen warga untuk warga”. Sejumlah bahan pangan yang dijual merupakan hasil langsung dari kelompok tani dan program padat karya binaan pemkot, sehingga warga mendapatkan harga tangan pertama tanpa perantara panjang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan kegiatan ini merupakan arahan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mendekatkan akses pangan murah ke permukiman, khususnya pada komoditas yang tengah mengalami kenaikan harga.

“Hari ini kami fokuskan pada komoditas yang harganya mulai naik, seperti telur dan cabai rawit. Kami hadir langsung di kampung agar warga tidak perlu ke pasar yang jaraknya jauh,” kata Antiek, Sabtu, 14 Februari 2026.

Yang membedakan GPM di Bubutan, lanjut Antiek, adalah keterlibatan hasil panen lokal. Cabai merah yang dijual berasal dari kelompok tani masyarakat Surabaya, sebagai respons atas harga cabai di pasaran yang masih tinggi. “Cabai di pasar masih ‘pedas’. Karena itu kami bawa hasil panen warga agar masyarakat bisa membeli dengan harga lebih terjangkau, sekaligus petani tetap mendapat nilai yang adil,” jelasnya.

Hal serupa juga berlaku pada telur ayam yang dijual. Sebagian telur merupakan hasil dari program padat karya Pemkot Surabaya, sehingga selain menekan harga, program ini juga menggerakkan ekonomi warga dari sisi produksi.

Dalam GPM tersebut, DKPP menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras—terdiri dari 300 sak beras SPHP dan 200 sak beras premium—serta 500 kilogram gula pasir. Selain itu, tersedia 250 kilogram telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai besar, hingga daging.

Untuk memastikan manfaat dirasakan merata, pemkot memberlakukan pembatasan pembelian. Minyak goreng dibatasi maksimal dua botol per orang, beras dua sak, dan gula pasir sekitar 5–6 kilogram per orang. “Stok pangan Surabaya sangat aman. Masyarakat tidak perlu panic buying atau menimbun. Belanjalah secukupnya sesuai kebutuhan,” kata Antiek.

Ia juga mengingatkan warga untuk membawa kantong belanja sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ke depan, GPM akan digelar lebih masif. Pemkot Surabaya menjadwalkan pasar murah serentak pada 25 Februari 2026 dan akan terus melaksanakannya hingga pasca-Lebaran untuk menjaga inflasi tetap terkendali di Surabaya.
Manfaat GPM dirasakan langsung warga.

Rutinah, salah satu warga Bubutan, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup jauh dibanding pasar konvensional. "Biasanya cabai seperempat kilo Rp20 ribu, di sini cuma Rp10 ribu. Lumayan banget buat persiapan puasa,” tandasnya.

Berita Terbaru

Polda Jatim Bongkar 3 Kasus Penyelundupan Satwa Dilindungi, 53 Gading Gajah hingga 39 Ribu Benih Lobster Disita

Polda Jatim Bongkar 3 Kasus Penyelundupan Satwa Dilindungi, 53 Gading Gajah hingga 39 Ribu Benih Lobster Disita

Selasa, 30 Jun 2026 13:31 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 13:31 WIB

Jurnas.net – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur membongkar tiga jaringan penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan puluhan gading …

PKS Soroti Keuangan Pemprov Jatim, Khofifah Diminta Jelaskan Defisit hingga Aset Daerah Menyusut

PKS Soroti Keuangan Pemprov Jatim, Khofifah Diminta Jelaskan Defisit hingga Aset Daerah Menyusut

Selasa, 30 Jun 2026 13:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 13:11 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur melontarkan kritik tajam terhadap kondisi pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa T…

Apresiasi Kinerja Polri, Ketua DEN: Stabilitas Keamanan Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Apresiasi Kinerja Polri, Ketua DEN: Stabilitas Keamanan Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 30 Jun 2026 12:12 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 12:12 WIB

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Polri terus bertransformasi dengan berbagai tantangan sesuai dengan perkembangan jaman…

KAHMI Jatim Resmi Luncurkan Logo Muswil VI, Agus Mahfud Fauzi: Tonggak Hijrah Menuju Gerakan yang Lebih Progresif

KAHMI Jatim Resmi Luncurkan Logo Muswil VI, Agus Mahfud Fauzi: Tonggak Hijrah Menuju Gerakan yang Lebih Progresif

Selasa, 30 Jun 2026 10:26 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur resmi memulai rangkaian menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Tahun…

Sirkuit BMX Banyuwangi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Usai Supercross Kini Giliran Kejurnas

Sirkuit BMX Banyuwangi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Usai Supercross Kini Giliran Kejurnas

Selasa, 30 Jun 2026 09:34 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 09:34 WIB

Jurnas.net – Sirkuit BMX Banyuwangi tak hanya menjadi arena lahirnya prestasi olahraga, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Belum usai g…

PKS Soroti Rp2 Triliun Anggaran Pemprov Jatim Tak Terserap, Khofifah Didesak Evaluasi Total Kinerja OPD

PKS Soroti Rp2 Triliun Anggaran Pemprov Jatim Tak Terserap, Khofifah Didesak Evaluasi Total Kinerja OPD

Selasa, 30 Jun 2026 08:06 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 08:06 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah menemukan …