Surabaya Luncurkan Klinik Reproduksi Keliling ke Permukiman untuk Tekan Kematian Ibu

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya meluncurkan Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic, yang dirancang khusus untuk menjemput ibu hamil. (Humas Pemkot Surabaya)
Pemkot Surabaya meluncurkan Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic, yang dirancang khusus untuk menjemput ibu hamil. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Pahlawan kini tak lagi menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Pemerintah Kota Surabaya melalui TP PKK Kota Surabaya meluncurkan Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic, sebuah klinik reproduksi berjalan yang dirancang khusus untuk menjemput ibu hamil berisiko langsung di lingkungan tempat tinggalnya.

Layanan hasil kolaborasi Pemkot Surabaya, Waron Hospital, dan Rotary ini diresmikan di Kantor PKK Surabaya, Jumat (13/2/2026). Kehadirannya menandai pergeseran pendekatan layanan kesehatan ibu dan anak, dari menunggu kehadiran pasien menjadi aktif mendatangi kelompok paling rentan.

Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyebut mobile clinic ini sebagai solusi konkret atas persoalan klasik akses layanan spesialis bagi ibu hamil berisiko tinggi. “Banyak ibu hamil yang sebenarnya membutuhkan pemeriksaan dokter spesialis, tetapi terkendala jarak, waktu, atau kondisi fisik. Mobil klinik ini hadir untuk memastikan mereka tetap terpantau tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit,” kata Rini, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pada peluncuran perdana, sebanyak 10 ibu hamil dari wilayah Tambaksari menjalani pemeriksaan USG gratis oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Pemeriksaan ini menyasar kelompok risiko, mulai dari usia kehamilan di atas 40 tahun, riwayat operasi sesar berulang, jumlah kelahiran tinggi, hingga kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih dan posisi janin tidak normal.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim medis menemukan kasus ibu hamil tujuh bulan dengan posisi janin sungsang. Berkat deteksi dini melalui USG di mobile clinic, dokter dapat segera memberikan edukasi dan rekomendasi gerakan khusus untuk membantu memulihkan posisi janin demi peluang persalinan normal. “Ini contoh kecil, tapi dampaknya besar. Deteksi dini bisa mencegah komplikasi serius saat persalinan,” jelas Rini.

Tak hanya menyentuh aspek medis, layanan ini juga mengusung pendekatan kesehatan mental ibu hamil. Rini menekankan pentingnya kondisi psikologis ibu terhadap tumbuh kembang janin. “Ibu harus bahagia. Kesehatan mental berpengaruh langsung pada imun dan kondisi bayi. Dan nanti setelah lahir, jangan lupa ASI eksklusif. Itu hak anak yang paling sederhana, murah, tapi nilainya luar biasa,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Waron Hospital, dr. Nikolas Dwi Susanto, M.Kes, menegaskan bahwa mobil ini bukan sekadar kendaraan layanan, melainkan klinik reproduksi terpadu yang diklaim sebagai salah satu konsep awal di Indonesia.

Fasilitas di dalamnya mencakup pemeriksaan USG kehamilan, skrining tumor dan kanker payudara, skrining kanker serviks melalui tes darah, papsmear, hingga IVA test. Mobil klinik ini juga dilengkapi tenda lipat dan layar monitor untuk penyuluhan nutrisi anak, kesehatan keluarga, serta konsultasi kesehatan anak dan tindakan medis sederhana.

“Kami percaya layanan kesehatan tidak boleh murni bisnis. Waron Hospital memiliki SDM dan teknologi, sementara Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan dan PKK memiliki data ibu hamil berisiko. Sinergi ini memastikan layanan benar-benar tepat sasaran,” ungkap dr. Nikolas.

Ke depan, mobile clinic ini dijadwalkan beroperasi dua kali setiap bulan dan berkeliling ke kecamatan-kecamatan di Surabaya, dengan target menjangkau sedikitnya 25 titik layanan dalam satu tahun. Melalui strategi jemput risiko ini, Pemkot Surabaya berharap penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI/AKA) dapat dicapai secara lebih signifikan, sekaligus memastikan setiap persalinan berlangsung aman, sehat, dan bermartabat.

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…