Dari Desa di Bawean ke Pimpinan Pusat BAZNAS, Jejak Pengabdian Syarifuddin untuk Negeri

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Flayer ucapan selamat terhadap Syarifuddin Rauf atas terpilihnya sebagai salah satu Pimpinan Pusat Baznas 2026-2030. (Dok: PSB)
Flayer ucapan selamat terhadap Syarifuddin Rauf atas terpilihnya sebagai salah satu Pimpinan Pusat Baznas 2026-2030. (Dok: PSB)

Jurnas.net - Pulau Bawean kembali menorehkan kebanggaan. Dari Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, lahir seorang putra daerah yang kini dipercaya negara sebagai salah satu pimpinan pusat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2026–2031, Syarifuddin.

Namanya resmi masuk jajaran pimpinan BAZNAS setelah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 pada Selasa, 10 Februari 2026. Syarifuddin termasuk delapan anggota dari unsur masyarakat yang lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi VIII DPR RI.

Keputusan ini menandai babak penting perjalanan seorang anak pulau yang tumbuh dari lingkungan pesantren, hingga kini berada di lingkar kebijakan strategis nasional.

Syarifuddin lahir pada 24 Maret 1972. Ia dibesarkan dalam kultur Bawean yang religius dan kental dengan tradisi gotong royong. Di pulau kecil di utara Gresik itu, nilai solidaritas sosial bukan sekadar ajaran, melainkan praktik hidup sehari-hari.

Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Sido Gedung Batu I dan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Sido Gedung Batu. Pendidikan menengahnya ditempuh di MTs Miftahul Ulum Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Wonorejo, Kabupaten Lumajang, lalu melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang merupakan salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Jawa Timur.

Perjalanan akademiknya berlanjut di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (kini UIN Sunan Kalijaga) pada 1991. Di kampus inilah wawasan intelektual dan sosialnya semakin terasah. Selain pendidikan formal, ia juga menjalani tradisi “nyantri kalongan”, belajar agama secara nonformal di musala dan surau-surau di Pulau Bawean. Tradisi ini membentuk perspektif keagamaannya yang inklusif, membumi, dan dekat dengan realitas umat.

Syarifuddin bukan hanya tumbuh sebagai santri dan akademisi, tetapi juga aktivis. Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah, aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mulai tingkat komisariat hingga cabang, dan dipercaya menjadi Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) PMII pada masa Abdul Malik Haramain, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII periode 2003–2005.

Kiprahnya berlanjut di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) melalui sejumlah lembaga strategis seperti LKKNU, LKMA, hingga LAZISNU—lembaga yang bergerak langsung dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Pengalaman panjang di dunia pengelolaan zakat inilah yang membentuk sensitivitas sosialnya. Ia tidak hanya memahami teori zakat sebagai kewajiban agama, tetapi juga melihat langsung bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

Bagi masyarakat Bawean, zakat adalah napas solidaritas. Nilai itulah yang tertanam kuat dalam diri Syarifuddin: bahwa pengelolaan zakat harus adil, profesional, transparan, dan benar-benar berdampak bagi mustahik.

Terpilihnya Syarifuddin sebagai pimpinan pusat BAZNAS memiliki makna simbolik yang kuat. Ia menjadi representasi daerah kepulauan dan komunitas akar rumput dalam struktur lembaga negara.

BAZNAS sendiri merupakan lembaga resmi yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Lembaga ini memegang mandat strategis dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional.

Pada periode 2026–2031, BAZNAS menghadapi tantangan besar. Potensi zakat nasional terus meningkat, namun persoalan kemiskinan, ketimpangan, dan akses ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dalam konteks ini, kehadiran figur dengan latar belakang sosial-keagamaan dan pengalaman akar rumput menjadi relevan. Syarifuddin dinilai mampu menghadirkan perspektif kebijakan yang tidak elitis, melainkan berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, termasuk wilayah terpencil dan kepulauan.

Kepemimpinan BAZNAS periode 2026–2031 diarahkan pada sejumlah agenda strategis. Di antaranya, optimalisasi penghimpunan zakat melalui transformasi digital dan perluasan basis muzaki, pemberdayaan mustahik berbasis produktivitas agar zakat menjadi instrumen kemandirian ekonomi, penguatan tata kelola dan transparansi untuk menjaga kepercayaan publik, kolaborasi lintas sektor dengan LAZ, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat. Zakat tidak lagi diposisikan sebatas bantuan konsumtif, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi umat yang berkelanjutan.

Dari Bawean untuk Indonesia

Perjalanan Syarifuddin dari Desa Sidogedungbatu Bawean hingga ke jajaran pimpinan pusat BAZNAS, menjadi bukti bahwa anak daerah mampu menembus panggung nasional tanpa tercerabut dari akar sosialnya. Bagi masyarakat Bawean, amanah yang diemban Syarifuddin bukan sekadar jabatan, tetapi simbol harapan. Harapan bahwa nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial dari pulau kecil itu kini turut mewarnai kebijakan zakat nasional. 

Syarifuddin kini mengemban tanggung jawab besar, memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan sosial yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. 

Berita Terbaru

Danrem 084/Bhaskara Jaya Gandeng PWI Jatim Sosialisasikan Program Yonif TP ke Masyarakat

Danrem 084/Bhaskara Jaya Gandeng PWI Jatim Sosialisasikan Program Yonif TP ke Masyarakat

Selasa, 11 Agu 2026 17:12 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 17:12 WIB

Jurnas.net – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, mendorong penguatan sinergi antara TNI dan pers, untuk memastikan i…

LPKAN Nilai Kinerja Polri Membaik, Dorong Reformasi dan Netralitas Terus Diperkuat

LPKAN Nilai Kinerja Polri Membaik, Dorong Reformasi dan Netralitas Terus Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 14:01 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:01 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia menilai kinerja Polri menunjukkan sejumlah perkembangan p…

Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Selasa, 11 Agu 2026 13:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 13:31 WIB

Jurnas.net – Polda Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim k…

Konsisten Bangun Reputasi, SIER Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

Konsisten Bangun Reputasi, SIER Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

Selasa, 11 Agu 2026 08:18 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 08:18 WIB

Jurnas.net – Membangun reputasi perusahaan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam semalam. Reputasi lahir dari konsistensi menjaga kinerja, menjalankan p…

Liburan Kemerdekaan di Candi, dari Promo 81 Persen hingga Berbagai Perlombaan

Liburan Kemerdekaan di Candi, dari Promo 81 Persen hingga Berbagai Perlombaan

Selasa, 11 Agu 2026 07:27 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 07:27 WIB

Jurnas.net - Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia, InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan rangkaian aktivasi Jejak Peradaban Keba…

Direktur PT BPI Ajukan Eksepsi Kasus Wire Rope Tanpa SNI, Kuasa Hukum: Ini Persoalan Administratif

Direktur PT BPI Ajukan Eksepsi Kasus Wire Rope Tanpa SNI, Kuasa Hukum: Ini Persoalan Administratif

Senin, 10 Agu 2026 16:27 WIB

Senin, 10 Agu 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Perkara dugaan perdagangan tali kawat baja atau wire rope tanpa Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) memasuki b…